Log in

Lomba Menulis IATEK IMATEK 2019

  • Lomba Menulis IATEK IMATEK UNSRI

     

    Dalam rangka mendorong budaya menulis untuk Mahasiwa dan Alumni Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, IATEK UNSRI bekerjasama dengan IMATEK KM FT UNSRI dan disponsori oleh PT PUSRI dan TELKOMSEL menyelenggarakan lomba Menulis IATEK-IMATEK 2019

    yuk simak informasi detail nya sebagai berikut :

     

    A. KATEGORI LOMBA

    1. Kategori Keteknikkimiaan

    Hal hal terkait Teknik Kimia, antara lain Hasil Penelitian / Riset, Karya ilmiah, Ilmu/ Teknologi terapan di Industri/ Dunia Kerja dan sejenisnya

    Sub Kategori antara lain  : Teknologi Energi, Pengelolaan Lingkungan, Perencanaan Pabrik Kimia, Software Keteknikkimiaan, Rekayasa Proses, Material Maju, Pengembangan Produk Industri berbasis SDA dan lain lain seputar Keteknikkimiaan.

     

    2. Kategori Bebas

    Topik Bebas (diluar Politik dan SARA)

     

    B. KETENTUAN UMUM LOMBA

    1. Peserta adalah Mahasiwa atau Alumni Teknik Kimia Universitas Sriwijaya (persiapkan dokumen evidence untuk ini ya, panitia akan memverifikasi dan memvalidasi bukti bahwa peserta adalah mahasiswa atau Alumni antara lain dengan KPM (Kartu Pengenal Mahasiswa) Scan Ijazah dan atau dokumen sejenisnya)
    2. Terdaftar sebagai member Website IATEK UNSRI (jika belum, daftar disini )
    3. Tulisan merupakan karya orisinal peserta, tidak copy paste, tidak plagiat dan belum pernah di posting atau di publikasikan di media lainnya.
    4. Tulisan memenuhi Pedoman Publikasi Content di Website IATEK UNSRI, (silahkan baca dan pelajari disini )

     

    C. KETENTUAN TEKNIS LOMBA

    1. Tulisan di posting di Website IATEK UNSRI pada periode 20 Februari s/d 31 Juli 2019 di kategori Keteknikkimiaan atau Kategori Artikel Bebas
    2. Tulisan minimal 500 kata, menggunakan font arial size 12
    3. Tulisan dilengkapi dengan minimal satu gambar sebagai ilustrasi berukuran width 665 x height 465 Pixel, maksimal 400 KB
    4. Beri Tag : Lomba Menulis IATEK IMATEK 2019 pada artikel tersebut.
    5. Peserta melengkapi Foto dan Profil Penulis di Website IATEK UNSRI (caranya dapat dibaca disini )
    6. Peserta Alumni wajib mem follow Media Sosial IATEK (Facebook, Twitter & Instagram)
    7. Peserta mahasiswa wajib men-follow Media Sosial IMATEK (Facebook, Twitter & Instagram)
    8. Peserta wajib men-share Tulisan yang di posting nya ke Akun Media Sosial masing masing (Facebook, Twitter & Instagram)  dengan Hastag #LombaMenulisIATEKIMATEK2019   dan mention  akun medsos IATEK / IMATEK. (Minimal salah satu dari ketiga jenis medsos tersebut).
    9. Setiap Peserta boleh memposting lebih dari satu tulisan.

     

     D. HADIAH

     Kategori Keteknikimiaan

    Hadiah Pertama

    :

    Uang Tunai Rp 4 Juta + Sertifikat

    Hadiah Kedua

    :

    Uang Tunai Rp 2,5 Juta + Sertifikat

    Hadiah Ketiga

    :

    Uang Tunai Rp 1,5 Juta + Sertifikat

     

    Kategori Bebas

    Hadiah Pertama

    :

    Uang Tunai Rp 3 Juta + Sertifikat

    Hadiah Kedua

    :

    Uang Tunai Rp 2 Juta + Sertifikat

    Hadiah Ketiga

    :

    Uang Tunai Rp 1 Juta + Sertifikat

     

    Pemenang Favorit

    Artikel yang paling banyak mendapat interakasi sosial (Hits, Like, Love, Comment)

    Hadiah Pertama

    :

    Uang Tunai Rp 2 Juta + Sertifikat

    Hadiah Kedua

    :

    Uang Tunai Rp 1 Juta + Sertifikat

     

    Pemenang Hiburan

    10 Peserta yang posting Pertama @Rp 300 ribu

    (dengan syarat memenuhi ketentuan umum & ketentuan teknis)

     

    E. DEWAN JURI

    Kategori Keteknikimiaan

    Juri 1

    :

    Prof. Dr.Ir. Subriyer Nasir, MS

    (Dekan Fakultas Teknik UNSRI)

    Juri 2

    :

    Dr. Hj. Tuty Emilia Agustina, ST. MT

    (Dosen Teknik Kimia UNSRI)

    Juri 3

    :

    Dr. Tuti Indah Sari, ST.MT

    (Dosen Teknik Kimia UNSRI)

    Juri 4

    :

     Lia Cundari, ST, MT

    (Dosen Teknik Kimia UNSRI)

    Juri 5

    :

     Prof. Edy Saputra ST.,MT.,Ph.D

    (Dosen UNRI- Alumni Teknik Kimia UNSRI)

    Juri 6

    :

    Ir Ismet Somad Msc, Eng

    (Praktisi - Alumni Teknik Kimia UNSRI

     

    Kategori Bebas

    Juri 1

    :

    Hj Nurseri Marwah

    (GM Sumatera Ekspress)

    Juri 2

    :

    Daniel

    (Admin Website IATEK UNSRI)

    Juri 3

    :

    Nina Intan Fajriyah

    (Owner Bonadapa.com)

     

    F. PERIODE PELAKSANAAN

    Pelaksanaan Lomba

    :

    20 Februari s/d 31 Juli 2019

    Pengumuman Pemenang

    :

    15 Agustus 2019

  • Mandat B20: Langkah Awal Menuju Ketahanan Energi Nasional

    Oleh: Sayidil Tohari (03031281722061)

         Seringkali, kita dicekoki dengan anggapan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya energinya, baik dari kuantitas maupun keragaman jenis energi yang terkandung. Memang, itu bukanlah sebuah isapan jempol belaka. Namun, tidak halnya dengan potensi minyak bumi.

         Per tanggal 10 September 2008, Indonesia menandatangi kesepakatan resmi untuk menghentikan sementara keanggotannya dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) karena telah beralih menjadi importir dan tidak lagi melakukan kegiatan ekspor minyak bumi.

         Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, cadangan pasti minyak bumi Indonesia pada tahun 2018 adalah sebesar 3,1 miliar barel. Jumlah ini terus menurun tiap tahunnya setelah tahun 2009 yang pernah menyentuh angka 4,3 miliar barel.

    (Sumber: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral)

         Angka tersebut bukanlah nilai yang banyak atau melimpah karena data dari OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) pada tahun 2017 menunjukkan bahwa cadangan terbukti minyak bumi dunia berada pada angka 1.482, 77 miliar barel. Berarti, cadangan minyak Indonesia hanya berkisar 0,2% dari cadangan minyak bumi dunia.

    (Sumber: OPEC)

         Belum lagi diperparah dengan prediksi para ahli yang menyatakan bahwa apabila Indonesia tidak menemukan adanya cadangan baru, produksi minyak bumi nasional dapat terhenti dalam 11 hingga 12 tahun mendatang. Prediksi para ahli sangat mungkin untuk dicegah. Kunci keberlangsungan produksi minyak bumi nasional yaitu dengan adanya teknologi dan temuan dari cadangan terbaru. Namun hingga saat ini, belum ada teknologi yang dapat digunakan untuk menguras lebih.

         Terlihat seperti alarm merah bagi keberlangsungan energi nasional. Apakah kita akan menyerah dengan keadaan? “Tidak!” tentu merupakan jawaban yang diharapkan. Berkaca dengan iklim energi saat ini, pemerintah tengah berupaya mengurangi ketergantungan negara akan minyak bumi yang merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui. Salah satunya yaitu dengan menerapkan kebijakan B20.

    (Sumber: Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE))

         Implementasi kebijakan B20 sudah berlaku sejak paruh akhir tahun lalu tepatnya pada tanggal 1 September 2018. Mandat B20 merupakan kebijakan pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) sebanyak 20% dengan BBM jenis solar sebanyak 80%. Sebenarnya, program biofuel ini sudah mulai diaplikasikan pemerintah sejak tahun 2006 dengan dimulai dari B3. Kenaikan persentase pertama terjadi pada tahun 2007 dari B3 ke B5. Campuran yang ditambahkan ke dalam solar menggunakan minyak kelapa sawit atau CPO (Crude Palm Oil).

         Berbagai jenis komoditas nabati lain juga dapat digunakan sebagai komponen campuran untuk solar, seperti tebu, ubi kayu, kedelai, ataupun jagung. Pemilihan minyak kelapa sawit sangatlah masuk akal mengingat Indonesia merajai produksi dan ekspor minyak kelapa sawit dunia. Direktorat Jenderal Perkebunan bersama Kementerian Pertanian dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat sebanyak 43,9 juta ton CPO diproduksi pada tahun 2018. Angka yang fantastis jika dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia, yang menempati posisis kedua dengan 28 juta ton.

    (Sumber: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI))

         Awalnya, B20 hanya diwajibkan bagi kendaraan PSO (Public ServiceObligation) seperti kereta api. Namun, perluasan kebijakan diberlakukan kepada kendaraan non-PSO alias kendaraan pribadi. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menekan angka impor BBM demi penghematan cadangan devisa dan penguatan nilai tukar rupiah, serta pengurangan emisi karbon.

         Dikutip dari Kata Data, kebijakan B20 berhasil menghemat devisa sebesar Rp28,4 triliun pada tahun 2018 akibat jumlah impor solar yang berkurang. Ditargetkan hingga hampir Rp50 triliun penghematan cadangan devisa di tahun 2019 dan itu bukanlah hal yang mustahil mengingat pada kuartal terakhir 2018 saja sudah menyentuh angka sebesar itu.

         Produksi biofuel yang juga dilakukan di dalam negeri turut menambah penyerapan CPO nasional. Akan ada jutaan petani kelapa sawit yang terdampak secara langsung melalui penerapan kebijakan B20. Diperlukan adanya konsistensi dari pemerintah untuk tetap menggaungkan dan menegakkan regulasi ini demi ketahanan energi nasional yang lebih baik.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. 2018. Yuk, Kenali Istilah B20, B100, Biofuel dalam Bioenergi. http://ebtke.esdm.go.id/post/2019/02/25/2144/yuk.kenali.istilah.b20.b100.biofuel.dalam.bioenergi?lang=en. (Diakses pada tanggal 20 April 2019).

    Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia. 2019. Volume Produksi Minyak Kelapa Sawit (CPO), 2000-2018. https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/volume-produksi-kelapa-sawit-cpo-2000-2018-1550473390. (Diakses pada tanggal 20 April 2019).

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2019. Cadangan Minyak Bumi. http://statistik.migas.esdm.go.id/index.php?r=cadanganMinyakBumi/index. (Diakses pada tanggal 20 April 2019).

    Organization of the Petroleum Exporting Countries. 2018. OPEC Share of World Crude Oil Reserves. https://www.opec.org/opec_web/en/data_graphs/330.htm. (Diakses pada tanggal 20 April 2019).

    Sulmaihati, F. 2019. Selama 2018, Program B20 Hemat Devisa Rp28,4 Triliun. https://katadata.co.id/berita/2019/01/08/selama-2018-program-b20-hemat-devisa-rp-284-triliun. (Diakses pada tanggal 20 April 2019).

     

  •      Gas bumi merupakan bahan bakar fosil berfasa gas yang dapat ditemukan di ladang minyak atau gas dan juga tambang batubara. Sama halnya dengan minyak bumi dan batubara, gas bumi juga berasal dari sisa-sisa tanaman, hewan, dan mikroorganisme yang tertimbun dibawah tanah selama jutaan tahun. Berdasarkan sumbernya, gas bumi dibedakan menjadi dua jenis yaitu associated gas dan non-associated gas. Gas bumi yang ditemukan bersama-sama dengan minyak bumi dalam suatu reservoir disebut dengan associated gas. Sedangakan, non-associated gas ialah gas yang ditemukan tidak menyatu dengan minyak bumi di dalam suatu reservoir.

         Kandungan dari gas bumi ialah senyawa hidrokarbon dan senyawa pengotor seperti O, S,  dan senyawa lainnya dengan jenis dan jumlahnya bervariasi sesuai dengan sumber gas bumi. Sebelum digunakan, senyawa pengotor yang ada haruslah dihilangkan. Tujuannya ialah agar kandungan gas bumi yang digunakan lebih murni dan tidak berbahaya saat digunakan.

         Gas bumi merupakan sumber energy yang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan. Dari sector industry, gas bumi dapat dijadikan bahan baku industry pupuk, petrokimia, methanol, plastic dan industri lainnya. Dari fungsinya sebagai bahan bakar, gas bumi dapat digunakan pada PLTU, PLTG dan kendaraan bermotor. Gas bumi juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga terkhususnya sebagai bahan bakar memasak, yakni dalam bentuk liquefied petroleum gas atau yang sering disebut dengan gas elpiji.

         Di negeri ini, cadangan gas bumi cukup melimpah. Ini dibuktikan dengan data dari DITJEN MIGAS Kementerian ESDM, yang mana Indonesia memiliki cadangan gas bumi sebesar 135,55 Triliun Square Cubic Feet per januari 2019. Dengan angka sebesar itu, mendudukkan Indonesia di peringkat 9 dunia dengan cadangan gas bumi terbesar.

         Selama ini, gas bumi di Indonesia belum dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan domestik. Produksi gas dalam negeri lebih banyak di ekspor ketimbang memenuhi kebutuhan gas dalam negeri. Ada beberapa faktor yang membuat hal itu terjadi yaitu masih minimnya infrastruktur gas dan kandungan gas yang dihasilkan di Indonesia. Jadi hal inilah yang menyebabkan kita mengimpor gas walaupun kaya akan gas.

         Dari faktor di atas, gas bumi di Indonesia sebenarnya bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan dalam negeri. Salah satunya ialah untuk bahan bakar memasak. Seperti yang kita ketahui, sejak era konversi minyak tanah ke  gas elpiji, hampir seluruh masyarakat Indonesia menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar dalam memasak. Walaupun merupakan salah satu produk gas bumi, tetapi gas elpiji belum dapat kita produksi maksimal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Alasan utama nya ialah kandungan gas yang dihasilkan di Indonesia tidak sesuai untuk memproduksi gas elpiji. Kandungan gas yang dihasilkan di Indonesia ialah jenis lean gas atau gas bumi dengan rantai pendek ( C1 dan C2 ). Sedangkan, jenis gas yang dibutuhkan untuk memproduksi gas elpiji ialah jenis wet gas atau gas bumi dengan rantai panjang ( C3 dan C4 ). Ini merupakan salah satu jawaban dari mash tingginya impor elpiji di Indonesia.

         Pemerintah pun telah mempunyai program strategis untuk menangani pemanfaatan gas bumi secara maksimal. Program tersebut ialah jaringan gas untuk rumah tangga atau gas kota yang biasa disebut dengan JARGAS. Program ini memanfaatkan gas yang didapatkan dari lapangan minyak atau gas bumi untuk didistribusikan ke rumah tangga melalui pipa-pipa gas yang tersedia. JARGAS atau gas pipa dapat menggantikan gas elpiji sebagai bahan bakar dalam memasak.

         Jika dibandingkan antara gas pipa dan gas elpiji, tentunya gas pipa lebih unggul.keunggulan gas pipa dapat ditinjau dari segi ekonomi maupun segi keamanan. Faktor inilah yang semestinya menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengkonversi gas elpiji dengan gas pipa.

         Dari segi ekonomi, gas bumi lebih murah dibandingkan dengan gas elpiji. Rata-rata harga gas pipa Rp. 3.000 – Rp.4.000 per meter kubik. Sedangkan harga gas elpiji ialah Rp.12.500,  ini berarti masyarakat lebih hemat 3x lipat dengan menggunakan gas pipa. Dengan digunakan nya gas pipa pada bahan bakar rumah tangga, ini juga akan berdampak pada impor gas elpiji untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jika saat ini kita masih mengimpor gas elpiji, bukan tidak mungkin setelah seluruh masyarakat menikmati gas pipa maka Indonesia tak perlu lagi mengimpor gas elpiji.

         Dari segi keamanan, jargas juga lebih aman dibandingkan dengan gas elpiji. Gas pipa yang mempunyai kandungan metana dan etana memiliki tekanan yang lebih kecil dari gas elpiji dan densitas nya yang lebih kecil dari udara. Jadi, ketika terjadi kebocoran gas akan menguap ke atas. Berbanding terbalik dengan gas elpiji yang densitas nya lebih besar dari udara. Ketika terjadi kebocoran, gas akan mengendap di lantai dan dapat menimbulkan ledakan jika ada pemicu nya. Tentunya hal ini menjadi solusi dari kecemasan masyarakat ditengah maraknya kasus ledakan akibat gas elpiji.

        Dari kedua faktor yang ada, menjadi alasan kuat bagi kita untuk mendukung pemerintah dengan program JARGAS nya. Sudah saatnya masyakat menggunakan energi yang murah, aman dan ramah lingkungan. Di mulai dari momentum ini, mari kita bumikan gas bumi di ibu pertiwi.

     

    Referensi

    Ditjen Migas 2014. Pembangunan Jaringan Gas Bumi Untuk Rumah Tangga. https://migas.esdm.go.id/uploads/buku-jargas-isi-pdf. ( diakses 17 April 2019 ).

    Ditjen Migas. 2019. Data Cadangan Gas Bumi Di Indonesia. http://statistik.migas.esdm.go.id/index.php?r=cadanganGasBumi/index. ( diakses 17 April 2019 ).

    Hardjono, A. 2016. Teknologi Minyak Bumi. Yogyakarta. UGM Press.

    Sanusi, Bachrawi. 2004. Potensi Ekonomi Migas Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.

     

     

     

  • Minyak pelumas adalah produk turunan minyak bumi yang diperoleh dari destilasi uap minyak bumi pada suhu antara 105 – 135 .Minyak pelumas sehari-hari digunakan sebagai minimalisator gesekan antar 2 benda bergerak pada mesin.Pada mesin minyak pelumas dibagi menjadi tiga jenis yaitu pelumas cair (Lubricantion oil),Gemuk/grease,pelumas padat (solid film lubricant). Ada tiga model pelumasan yaitu hydrodinamic yang memungkinkan pemisahan penuh antara bagian bergerak dan bagian yang diam.Kedua yaitu Boundary, antara bagian yang bergerak dan yang diam hanya ada lapisan tipis pelumas sebagai hubungan adesi saja.Dan yang terakhir yaitu campuran antara hydrodinamik dan boundary, hampir seperti boundary, namun kecepatan putaran terbatas.Kegunaan dari pelumasan itu sendiri adalah memperkecil gesekan,mencegah keausan,mencegah kelengketan (adhesi) logam dengan logam,mencegah korosi,membuang panas yang timbul akibat gesekan,dan membantu mendistribusikan beban poros pada bantalan.

    Bahan-bahan pelumas yang berasal dari hewan yang sebagai contohnya adalah minyak atau lemak ikan, lemak sapi, lemak kambing, dan lain sebagainya. Bahan pelumas dari hewan ini diperkirakan merupakan pelumas yang paling tua umurnya.Bahan dari tumbuh-tumbuhan yang contohnya antara lain adalah minyak jarak, minyak kelapa dan minyak biji kapas.Bahan yang berasal dari tambang. Bahan hasil tambang atau bahan mineral yang dapat menghasilkan minyak pelumas terdiri dari banyak macamnya antara lain adalah minyak bumi dan batubara. Sebagi minyak moderen pelumas saat ini banyak digunakan minyak yang berasal dari pengolahan minyak bumi. Minyak yang berasal dari minyak bumi ini dikenal dengan nama minyak mineral.

    Kita tau bahwa salah satu fungsi dari  minyak pelumas itu sendiri dapat mencegah korosi.Dalam kehidupan sehari-hari kita memanfaatkan gas LPG untuk memasak. Disini kita akan membahas tentang tabung gas LPG. Deep Drawing atau biasa disebut drawing adalah salah satu jenis proses pembentukan logam, dimana bentuk pada umumnya berupa silinder dan selalu mempunyai kedalaman tertentu,proses tersebut merupakan salah satu proses pembuatan tabung gas LPG.Tabung Gas LPG terbuat dari logam,yang dimana tabung tersebut mudah terkena korosi atau tabung berkarat.Peran minyak pelumas untuk tabung gas LPG itu sangat penting,karena tabung tersebut mudah terkorosi membuat tabung tidak sebaik saat pemakaian pertama diproduksi.Semakin banyak masyarakat yang menggunakan tabung gas LPG maka semakin banyak sekali jenis gas LPG yang beredar dalam masyarakat.Tetapi tabung gas LPG yang beredar didalam masyarakat tidak semuanya tabung yang baru diproduksi,melainkan banyak sekali tabung yang sudah mulai terkorosi.Dalam perusahaan,produksi tabung-tabung gas LPG tersebut sudah sesuai dengan syarat ketentuan K3L yang berlaku,tetapi alangkah baiknya tabung yang diedarkan dimasyarakat  dalam kondisi yang tidak terkorosi.

    Minyak pelumas akan digunakan pada tabung gas LPG untuk mencegah korosi yang akan terjadi.Dimana minyak pelumas itu sendiri dapat mencegah korosi yang dapat membantu mencegah kerusakan pada tabung gas LPG.Karena logam yang digunakan pada pembuatan tabung gas LPG termasuk logam yang mudah terkena korosi.Oleh karena itu,cara yang dibuat ini sangatlah mudah dilakukan.Dengan demikian tabung gas LPG lebih aman dan tidak membahayakan masyarakat.Karena kita tau bahwa tabung gas LPG yang tidak terkena korosi lebih baik digunakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Dan cara ini juga sangat mudah dilakukan dirumah oleh masyarakat.

     

    Gambar Tabung Gas LPG diatas sudah terkena korosi.

  • Mengatasi Permasalahan Minyak Bumi di Indonesia

     

    Produksi minyak di Indonesia pada 2017 telah diketahui terjadinya penurunan produksi. Hanya tinggal 949 ribu barel per hari, pada waktu yang sama tingkat konsumsi bertambah menjadi 1,65 juta barel per hari, artinya defisit 702 barel per hari. Konsumsi minyak yang cenderung bertambah bersamaan dengan merosotnya produksi membuat Indonesia mengalami defisit minyak sejak 2003. Data BP menunjukkan produksi minyak Indonesia pada 2003 sebesar 1,18 juta barel per hari sementara konsumsi mencapai 1,23 juta barel. Akibatnya terjadi defisit 54 ribu barel per hari. Setelah itu, produksi minyak nasional semakin turun sedangkan konsumsi selalu bertambah. Produksi minyak di Indonesia pada tahun 2017 tersisa tinggal 949 ribu barel per hari sementara konsumsi bertambah menjadi 1,65 juta barel sehingga dibutuhkan 702 barel per hari untuk memenuhi kebutuhan minyak  domestik. Pertamina setiap tahunnya mengimpor minyak dari luar negeri untuk menutup defisit tersebut. Pada kondisi tersebut yang merancang neraca nilai perdagangan minyak dan gas nasional mengalami defisit. Sebagai informasi neraca perdagangan minyak dan gas pada tahun 2017 defisit US$ 8,57 miliar dan bertambah menjadi US$ 12,4 miliar yang jika di konversi ke rupiah setara Rp 174 triliun dengan kurs Rp 14.000/dolar Amerika Serikat.

    Etanol merupakan salah satu turunan dari senyawa hidroksil atau gugus OH, dengan rumus kimia C2H5OH. Etanol merupakan suatu cairan transparan, mudah terbakar, tidak berwarna, mudah menguap, dapat bercampur dengan air, eter, dan kloroform, yang diperoleh melalui fermentasi karbohidrat dari ragi yang disebut juga dengan etil alkohol (Bender, 1982). Etanol digunakan pada berbagai produk meliputi campuran bahan bakar, produk minuman, penambah rasa, industri farmasi, dan bahan-bahan kimia. Etanol merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat dijadikan sebagai energi alternatif dari bahan bakar nabati (BBN) (Jeon, 2007).

    Salah satu energi alternatif pengganti minyak bumi yaitu ethanol. Ethanol merupakan bahan bakar berbasis alkohol yang diperoleh dari fermentasi tanaman. Contoh tanaman yang difermentasikan untuk menghasilkan ethanol adalah jagung dan juga gandum. Yang menarik, ethanol dapat dicampur dengan bensin demi meningkatkan kualitas emisinya.

    Ethanol dapat diperoleh dari berbagai sumber bahan substrat yang mengandung karbohidrat. Karbohidrat tersebut dapat berupa sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Bahan-bahan tersebut dapat diperoleh dari jerami padi yang merupakan bahan lignoselulosa yang ketersediaannya melimpah, murah, dan ada secara terus menerus (Yoswathana et al., 2010). Jerami padi memiliki kandungan lignosellulosa yang cukup tinggi dan dapat didegradasi menjadi bentuk yang lebih sederhana menjadi glukosa, sebagai sumber pembentuk etanol. Penggunaan bahan lignoselulosa sebagai substrat untuk produksi etanol perlu adanya perlakuan pendahuluan (pretreatmen).

    Hal ini dikarenakan jerami padi memiliki struktur lignin yang tebal. Metode yang sering digunakan untuk proses pretreatment adalah penggunaan basa Ca(OH)2 disertai suhu 85ºC yang bertujuan untuk memecah struktur lignin, tidak terbentuk senyawa inhibitor bagi aktivitas mikrobia, dan menyebabkan material selulosa lebih mudahberinteraksi untuk proses hidrolisis enzimatis.

    Diharapkan pemerintah segera menangani permasalahan dari minyak ini karena jika tidak pasokan minyak di Indonesia akan habis dan akan terjadi permasalahan pada lempeng bumi di Indonesia, dan juga akan terjadi fenomena alam yang tidak diharapkan lainnya. Penambahan alternatif dari minyak diharapkan dapat mengurangi pengurangan pasokan minyak di Indonesia dan juga pemerintah diharapkan dapat membuat program untuk mengurangi penggunaan minyak di Indonesia.

  • Indonesia dikenal sebagai negara agraris sejak dulu. Hasil pertanian dan perkebunan menjadi salah satu roda penggerak ekonomi negara. Selain itu ada juga hasil tambang, minyak bumi dan mineral yang tersembunyi dibagian bawah permukaan tanah dan laut Indonesia. Itulah yang menjadi alasan mengapa Indonesia menjadi salah satu negara yang dijajah oleh negara lain. Hasil hasil alam inilah yang biasa menjadi bahan baku utama dalam produksi-produksi kebutuhan sandang, pangan, papan dunia dan kebutuhan lainnya. Dari tahun ke tahun, angka kebutuhan masyarakat akan minyak dan gas menunjukan peningkatan, sehingga perintah dan perusahaan minyak di Indonesia harus bekerja ekstra untuk mensuplai kebutuhan minyak dan gas didalam maupun luar negeri.

    Namun seperti yang kita ketahui persediaan minyak yang ada dibawah permukaan bumi itu terbatas dan tidak dapat diperbarui. Ketersediaan hasil tambang seperti batubara juga kian menipis. Di tahun 1991 Indonesia memiliki 5,9 miliar barel cadangan minyak namun jumlah ini telah menurun menjadi 3,7 miliar barel pada akhir 2014. Persedian ini akan terus menurun bila Indonesia belum menemukan cadangan minyak yang baru, dimana yang tadinya 800.000 barel per hari (bph) menjadi 700.000 bph ditahun-tahun selanjutnya. Dengan data-data tadi seharusnya kita sudah bisa mulai menggunakan energi baru yang lebih ramah lingkungan dan murah demi menyelematkan kehidupan dan mengurangi ketergantungan terhadap hasil bumi yang tidak dapat diperbarui. Ditahun-tahun seperti sekarang ini ada bahkan banyak yang lebih dulu menemukan pengganti minyak bumi sebegai bahan bakar yang kita sebut sebagai Energi Baru dan Terbarukan diantaranya matahari, air, angin, biofuel dan biomassa.

    Sebagai orang-orang yang berada dalam lingkup teknik kimia kita semua dituntut untuk melakukan seluruh pekerjaan seefisien mungkin. Naah, dari energi baru dan terbarukan inilah seharusnya kita mulai, bahan yang diperlukan pun mudah di dapat. Contohnya membuat biomassa. Dimana Biomassa, dalam industri produksi energi, merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar atau untuk produksi industrial. Umumnya biomassa merujuk pada materi tumbuhanyang dipelihara untuk digunakan sebagai biofuel, tetapi dapat juga mencakup materi tumbuhan atau hewan yang digunakan untuk produksi serat, bahan kimia, atau panas. Biomassa dapat pula meliputi limbah terbiodegradasi yang dapat dibakar sebagai bahan bakar. Biomassa tidak mencakup materi organik yang telah tertransformasi oleh proses geologis menjadi zat seperti batu bara atau minyak bumi. Ingat Indonesai adalah negara agraris dan bahan yang digunakan berarti bisa dari sampah makanan dan kegiatan kita sehari-hari.

    Dari biomassa inilah kita bisa mendapatkan biofuel untuk menggantikan fungsi minyak pada transportasi yang digunakan. Yang menarik dari biomassa adalah kebersihannya. Pengelolaan migas dan batu bara biasanya masih menyisakan residu yang menyebabkan fenomena efek rumah kaca. Sementara, pengelolaan biomassa tidak menyisakan apapun. Bahkan, gas buangan pengelolaan bisa dimanfaatkan sebagai biogas. Sejauh ini, pemanfaatan biomassa berhasil mengurangi sebanyak 4,49 juta ton CO2 gas rumah kaca. Tetapi sungguh miris ketika sampah-sampah itu malah dibakar dan mengakibatkan kadar CO2 di udara meningkat, belum lagi zat-zat kimia lainnya yang terkandung di dalam sampah tersebut. Semua itu  dapat menyebabkan pencemaran udara, bahkan sampah yang dibiiarkan dilingkungan kita akhirnya terserat air dan menyebabkan pencemaran di sungai dan laut. Alangkah baiknya sampah-sampah itu mulai kita olah menjadi biomassa, sekaligus untuk  mengurangi sampah di lingkungan sekitar. Selain sampah, bisa juga menggunakan kelapa sawit. Lahan perkebunan kelapa sawit sendiri cukup besar di Indonesia dan merupakan hasil kebun yang paling banyak dan bisa digunakan untuk membuat biofuel. Tercatat bahwa kelapa sawit dapat memberikan energi sebesar 12,6 GW. Tidak perlu menunggu pemerintah untuk mensosialisasikannya. Jika kita mencintai bumi dan lingkungan sekitar kita, kita harus mulai untuk mempersiapkan diri jika nantinya minyak bumi mulai langka. Paling tidak kita membantu pemerintah untuk mendapatkan minyak baru dengan kualitas terbaik. Mari mulai dengan sampah yang tadinya tidak berguna menjadi bermanfaat. Mari sediakan lahan untuk menanam kelapa sawit lebih banyak. Lebih baik siapkan lahan untuk menanam lebih banyak, daripada terus menggali untuk hasil yang tidak dapat diperbarui. Jangan sampai kita semua tidak siap, jangan sampai menggali untuk mati.

  • Saat ini bisa dipastikan bahwa seluruh negara membutuhkan minyak dan gas bumi (migas) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mulai dari bensin, solar dan LPG serta lain sebagainya.  Di Indonesia penggunaan migas terus meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan penggunaan energi  yang boros.     Selain itu, Indonesia masih sangat tergantung terhadap minyak bumi. Hal ini bisa dibuktikan dari peningkatan penggunaan BBM, baik di sektor industri dan sektor transportasi sangat sulit digantikan oleh energi lainnya.

    Berbicara tentang minyak bumi belum sempurna kalau belum mengetahui apa itu minyak bumi dan produk-produk hasil pengolahannya. Minyak bumi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah minyak yang ditambang dari bumi (seperti minyak tanah, bensin, kerosin);campuran berbagai hidrokarbon yang terdapat dalam fase cair dalam reservoir di bawah tanah dan yang tetap cair pada tekanan atmosfer setelah melalui fasilitas pemisah di atas permukaan.

    Struktur hidrokarbon yang ditemukan dalam minyak bumi adalah :

    • Alkana (paraffin)

    Alkana memiliki rantai lurus dan bercabang, serta paling banyak di dalam minyak bumi.

    • Sikloalkana (napten)

    Sikloalkana ada yang memiliki cincin lima yaitu siklopentana atau cincin enam sikloheksana.

     

     

     

                                           

                                  

             (siklopentana)                                                         (sikloheksana)

    • Aromatik

    Aromatik dalam minyak bumi hanya berjumlah kecil, tetapi sangat diperlukan dalam bensin.

    Komposisi dari ketiga tipe hidrokarbon tersebut sangat bergantung pada sumber minyak bumi

    Senyawa non-hidrokarbon ada dalam minyak bumi seperti, sulfur, nitrogen dan sebagainya. Adanya kandungan sulfur dan nitrogen akan menimbulkan polusi dan juga masalah karena sifat korosi dari produk oksidasinya juga dapat merusak katalis.

    Produk-produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak bumi adalah :

    • Bensin

    Bensin adalah campuran hidrokarbon berupa paraffin, naftalen, senyawa tidak jenuh dan terkadang senyawa aromatik.yang berasal dari minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermotor.

    • Gas petroleum

    Gas petroleum terdiri dari metana, etana, propana dan butana serta kadar yang kecil CO2, nitrogen, dan helium.

    • Minyak tanah

    Kerosen atau minyak tanah adalah cairan hidrokarbon yang tidak berwarna dan mudah terbakar, digunakan untuk lampu minyak dan kompor juga bahan bakar jet (avtur).

    • Minyak pelumas

    Minyak pelumas adalah bagian dari minyak bumi yang mempunyai titik didih lebih tinggi dari pada minyak gas. Digunakan untuk mencegah kerak dan gesekan pada kendaraan bermotor.

    • Minyak paraffin wax

    Paraffin wax adalah zat tidak berwarna berbentuk Kristal dan tidak berbau, digunakan untuk bahan dasar lilin, bahan isolasi listrik.

    Prospek untuk pengembangan dan pemanfaatan migas baru melalui eksplorasi dan eksploitasi cekungan-cekungan migas masih memungkinkan karena telah tersedianya teknologi eksploitasi migas. Namun cadangan tersebut akan habis dalam waktu dekat.

    Salah satu sumber energi alternatif yang cukup menarik perhatian adalah “Gas Hidrat”. Gas hidrat memiliki keunggulan:

    1. Volumenya sangat besar dibumi
    2. Letaknya yang relatif tidak terlalu dalam sehingga memudahkan untuk dieksplorasi
    3. Cukup mudah dimanfaatkan

    Gas hidrat adalah suatu padatan menyerupai es yang terbentuk dari molekul air yang berikatan hidrogen membentuk sangkar (host molecule) dan molekul gas (biasanya metana) sebagai guest molecule yang terperangkap di dalam sangkar air tersebut.(Nandari,2016)

    (sumber:autotekno.sindonews.com)

    Gas hidrat diperkirakan dua kali lipat cadangan gas konvensional dan hampir dua kali lebih  besar daripada sumber energi yang berasal dari fosil seperti batubara, minyak dan gas alam. Gas hidrat secara alami terbentuk dalam ikatan Kristal  padat berbentuk es(Purwatiningsih,2012).

    Survey seismic yang dilakukan Pertamina telah menunjukkan indikasi adanya gas hidrat di sejumlah perairan Indonesia, dengan potensi mencapai 3.000 TCF. Pertamina berencana melakukan penyelidikan lebih detail terhadap potensi gas hidrat ini, lewat pemboran eksplorasi (dikutip dari www.dunia-energi.com)

    Disamping jumlahnya yang melimpah, juga memiliki nilai oktan yang lebih tinggi dan secara inheren lebih ramah lingkungan sebagai bahan bakar karena emisi CO2 yang lebih sedikit.

    Teknik-teknik yang sudah dilakukan dalam upaya produksi gas hidrat adalah:

    1. Metode Pengurangan Tekanan, dengan membuat hubungan antara formasi gas hidrat dan permukaan udara. Hal ini dilakukan agar tekanan formasi akan turun senilai dengan tekanan yang ada di permukaan atmosfer.
    2. Metode Stimulasi Termal, dengan mekanisme injeksi air atau uap panas terhadap formasi gas hidrat. Metode ini bertujuan agar gas hidrat meleleh untuk mencapai keseimbangan termal dan gas hidrokarbon dapat diproduksi.
    3. Metode Injeksi Inhibitor, dengan menginjeksikan zat kimia seperti methanol atau glycol ke dalam formasi gas hidrat. Metode ini ternyata mampu merusak kesetimbangan struktur dari gas hidrat dan membuat terjadinya pelepasan molekul hidrokarbon yang terkandung di dalamnya.(dikutip dari kompas.com)

    Metana hidrat stabil pada temperatur rendah dan tekanan tinggi. Hal ini menjadi kendala karena membutuhkan biaya yang mahal untuk pembuatan bejana yang tebal untuk menyimpan gas tersebut. Hal ini memerlukan penelitian yang lebih lanjut dari para peneliti di Indonesia agar semua potensi tersebut dapat diolah dan menjadikan Indonesia negara yang merdeka energi.

     

     

     

     

     

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

    Purwatiningsih, Annisa.2012. Eksplorasi dan Eksploitasi Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi di Laut Natuna Bagian Utara Laut Yuridikasi Nasional  Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kepulauan Natuna. Jurnal Reformasi.Vol 2(2):59-67.

    Nandari,Wibiana wulan,dkk.2016. Optimasi Rasio Air dan Karbon Berpori untuk Proses Pembentukan Metana Hidrat. Jurnal Energi. ISSN:1410-394x.Vol.13(1)

    www.dunia-energi.com. Indonesia Miliki Potensi Gas HIdrat 3.000 Milyar Kaki Kubik(diakses pada tanggal 18 Maret 2019)

    Kompas.com  "Mencermati Gas Hidrat Sebagai “Harta Karun” di Dasar Laut Indonesia", https://sains.kompas.com/read/2018/12/28/184033223/mencermati-gas-hidrat-sebagai-harta-karun-di-dasar-laut-indonesia?page=all. (diakses pada 18 Maret 2019)

     

     

  •      Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah minyak bumi. Minyak bumi merupakan hasil pelapukan dari fosil – fosil tumbuhan dan hewan pada jutaan tahun yang lalu, berbentuk cairan kental dan mudah terbakar. Lamanya pembentukan minyak bumi menjadikannya sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon. Walaupun bukan sumber energi terbesar di bumi, minyak bumi adalah salah satu energi yang paling banyak dimanfaatkan sampai saat ini. Dalam berbagai bidang minyak bumi memiliki manfaat seperti sebagai bahan bakar kendaraan, sumber produksi polimer, keperluan industri kimia dan masih banyak lagi. Mengetahui minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui mendorong banyaknya teknologi dan metode baru dikembangkan agar minyak bumi dapat dikelola secara maksimal.

         Saat ini pengeboran minyak bumi sangat gencar dilakukan demi memenuhi kebutuhan yang ada. Sisi lain dari pengelolaan minyak bumi membawa dampak tersediri seperti masalah pencemaran yang diakibatkan tumpahnya minyak hasil pengeboran di laut. Penggunaan minyak bumi untuk bahan bakar kendaraan ataupun dalam perindustrian yang mengeluarkan karbon dioksida dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Tak hanya itu, semua proyek pertambangan memerlukan lahan dalam jumlah besar untuk membangun lubang tambang, tentunya proses ini bisa menggusur lahan pertanian, hutan dan sumber air. Dampak tersebut harus dipikul karena kebutuhan minyak bumi yang akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tidaklah baik jika manusia terus bergantung pada minyak bumi, selain ketersediannya yang terus berkurang, dampak yang ditimbulkan pun cukup besar. Untuk itu dilakukan pengembangan energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk mengatasi kelangkaan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan yaitu degan biodiesel.

         Biodiesel merupakan bahan bakar dari minyak nabati yang terdiri dari mono-alkil ester dari rantai panjang asam lemak yang dapat terbakar dengan sempurna. Salah satu sumber penghasil minyak yang belum banyak digali manfaatnya adalah Mikroalga (Chlorella sp.) yang mengandung minyak sekitar 28%-30% dari berat kering yang dapat digunakan untuk mengkatalisis triglyceride menjadi methyl ester (biodiesel) dengan mekanisme transterifikasi. Metode transterifikasi atau menggunakan metanol dan katalis asam akan menghasilkan 85,5% biodiesel dan proses ini dilakukan selama 40menit pada suhu 90°C.

         Mikroalga merupakan mikroorganisme atau jasad renik dengan tingkat organisasi sel yang termasuk dalam kategori tumbuhan tingkat rendah. Mikroalga laut berperan penting dalam jaring – jaring makanan di laut dan merupakan materi organik dalam sendimen laut, sehingga diyakini sebagai salah satu komponen dasar pembentukan minyak bumi di dasar laut yang dikenal sebagai fossil fuel. Untuk pertumbuhan biomassa mikroalga dibutuhkan cahaya, CO2 dan nutrient yang cukup. Biomassa tersebut diekstraksi dengan n-heksan untuk mendapatkan minyak alga dan kemudian dilanjutkan dengan proses transterifikasi. Limbah dari hasil ekstraksi biomassa mikoralga sendiri dapat dipakai untuk pakan ternak.

         Selama ini mikroalga hanya dimanfaatkan sebagai pakan larva ikan pada kegiatan budidaya. Dengan gencarnya penelitian untuk mencari sumber energi baru pengganti minyak bumi, mikroalga diyakini sebagai salah satu biornergi sebagai bahan baku penghasil biofuel. Mikroalga dipilih karena pertumbuhannya yang cepat, tidak membutuhkan lahan yang luas dan biaya produksi yang cukup rendah. Mikroalga mempunyai kemampuan untuk menyerap karbondioksida sehingga dapat mengurangi efek rumah kaca.

         Sebuah penelitian mengatakan bahwa biodiesel dapat dihasilkan dari berbagai jenis tanaman. Saat ini yang umum digunakan sebagai sumber biodiesel adalah minyak sawit, jarak, jagung sebagai campuran solar. Berikut pada tabel menunjukkan berbagai jenis tanaman dan volume biodiesel yang dapat diproduksinya.

    Sumber : Chirsti, 2007

           Dapat dilihat pada tabel di atas bahwa banyak sekali biodiesel dapat dihasilkan dari jenis tanaman pangan. Hal ini dikhawatirkan permintaan pasar akan biodiesel nantinya akan menganggu permintaan pasar untuk tanaman pangan.

         Alangkah baiknya jika mirkroalga yang bukan jenis tanaman pangan dimanfaatkan semaksimal mungkin guna memproduksi biodiesel. Dengan pertimbangan kebutuhan lahan yang sedikit, biaya produksi cukup murah dan dapat menghasilkan minyak yang cukup banyak, mikroalga hadir sebagai kandidat yang siap menggantikan minyak bumi kedepannya.

  • Indonesia terkenal akan sumber daya alamnya yang kaya, salah satu contohnya yaitu minyak bumi dan gas alam. Sejak kita masih berada di tingkat pendidikan sekolah dasar, kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak bumi terbesar di dunia. Ini berarti kita mengetahui bahwa Indonesia memiliki banyak sekali cadangan minyak bumi. Minyak bumi telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat dunia karena minyak bumi berperan penting dalam banyak hal di kehidupan sehari – hari manusia. Salah satu contohnya adalah sebagai bahan bakar alat transportasi. Indonesia merupakan negara padat penduduk dengan jumlah penduduk 266.71 juta. Dengan jumlah penduduk yang sangat banyak tersebut, banyak juga alat transportasi yang digunakan apalagi alat transportasi pribadi.

    Dari jumlah penduduk yang sekian banyak apakah ada yang sadar bahwa minyak bumi di Indonesia maupun didunia akan segera habis? Kita semua mengetahui bahwa minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan akan habis jika digunakan terus – menerus. Pada tahun 2018, dalam wawancara pihak kompas dengan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, menuturkan bahwa saat ini Indonesia memiliki cadangan minyak bumi sebanyak 3.3 miliar. Ia juga mengatakan jika tidak ditemukannya cadangan baru, cadangan minyak bumi Indonesia akan habis dalam 11-12 tahun dan pada tahun depan kemungkinan cadangan minyak bumi Indonesia akan turun dari 800.000 barel per hari (bph) menjadi 700.000 bph. Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan SKK Migas, Supriono juga menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi negara kaya minyak dan gas (migas). Bahkan sebaliknya, Indonesia mengalami krisis migas walaupun tingkat ekspor minyak bumi Indonesia masih tinggi dikarenakan Indonesia hanya bisa mengelola setengah dari hasil produksi per hari.

     

    Jumlah kendaraan berbahan bakar minyak bumi di Indonesia yang sangat banyak menyebabkan banyaknya bahan bakar yang digunakan. Sepertinya rakyat Indonesia masih belum sadar akan kelangkaan minyak bumi. Banyak yang masih lebih suka untuk menggunakan kendaraan pribadi. Dapat dilihat bahwa sekarang semakin banyak kendaraan yang melaju di jalan raya yang menyebabkan padatnya lalu lintas pada jam – jam tertentu. Menurut saya perilaku atau kebiasaan masyarakat Indonesia yang seperti ini harus diubah karena semakin banyak kendaraan yang digunakan maka semakin banyak pula karbon dioksida yang dihasilkan yang menjadi salah satu penyebab perubahan iklim karena menimbulkan efek rumah kaca.

    Sebenarnya sudah ada cara pemerintah untuk membuat masyarakat Indonesia lebih tertarik untuk menggunakan transportasi umum. Memang tidak mudah, harus ada kesadaran dari masyarakat pentingnya menggunakan transportasi umum. Cara ini dapat mengurangi konsumsi bahan bakar per hari dan juga menghemat persediaan minyak bumi yang ada sampai ditemukannya cadangan yang baru. Sumber cadangan terbaru untuk menggantikan minyak bumi sebagai sumber bahan bakar utama merupakan cara yang paling efektif dalam menganggulagi habisnya minyak bumi. Jika sumber energi yang baru sudah di temukan maka kita tidak harus bergantung kepada minyak bumi lagi.

    Pada tahun 2018 lalu, Indonesia dihebohkan dengan penemuan seorang kakek berumur 59 tahun yang hanya lulusan SD bisa mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar. Plastik dapat  diubah menjadi 3 jenis bahan bakar yaitu premium solar dan minyak tanah. Penemuan ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik yang tidak dapat terurai yang telah menjadi masalah didunia termasuk di Indonesia yang menjadi negara penghasil sampah plastik terbanyak kedua didunia. Sudah ada penelitiannya juga mengenai plastik dapat di ubah menjadi bahan bakar dan penelitian ini telah di publikasikan di ACS Sustainable Chemistry and Engineering.

    Salah satu sumber energi alternatif lainnya yang dapat menggantikan posisi minyak bumi yaitu biofuel. Biofuel memiliki fungsi yang mirip dengan minyak bumi yaitu dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, pembangkit listrik, dan juga sebagai pemenuhan kebutuhan hidup sehari – hari seperti memasak. Biofuel bisa didapatkan dari tanaman dengan proses hydrocracking. Salah satu keunggulan biofuel ini, menurut Departemen Energi Amerika Serikat, biofuel seperti ethanol menghasilkan karbon dioksida lebih sedikit 48%. Biofuel sangat ramah lingkungan jika dibandingkan dengan bahan bakar konvensional, dengan pembakaran yang menghasilkan karbon dioksida yang lebih sedikit maka dapat menurunkan pemanasan global.


    https://regional.kompas.com/read/2017/11/02/11192211/skk-migas-indonesia-tidak-lagi-negara-kaya-minyak-bumi-dan-gas. 

    https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/26/230000526/jika-tak-ada-cadangan-baru-minyak-bumi-indonesia-habis-dalam-12-tahun. 


    https://tirto.id/studi-sampah-plastik-bisa-diubah-jadi-bahan-bakar-pengganti-bensin-df96. 

    https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3716059/luar-biasa-lulusan-sd-ini-mampu-daur-ulang-plastik-jadi-bbm 

     

    https://www.bps.go.id/pencarian.html?searching=produksi+minyak+bumi&yt2=Cari

     

    https://www.smart-tbk.com/biofuel-sumber-energi-alternatif/ 

     

    https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/01/04/jumlah-penduduk-indonesia-2019-mencapai-267-juta-jiwa 

     

  • Minyak bumi adalah salah satu senyawa hidrokarbon yang dapat berasal dari sisa-sisa tumbuhan atau sisa-sisa hewan yang sudah terkubur selama jutaan tahun. Minyak bumi merupakan salah satu energi yang tidak dapat diperbarui yang artinya tidak dapat didaur ulang kembali. Minyak bumi dapat dikategorikan sebagai energi yang tidak terbarukan karena minyak bumi berasal dari hewan atau tumbuhan yang sudah mati jutaan tahun yang lalu, sehingga butuh waktu yang sangat lama untuk mendapatkan minyak bumi kembali. Minyak bumi terdapat dalam perut bumi sehingga dibutuhkan proses yang cukup lama untuk mendapatkannya.

    Secara geografis, Indonesia memiliki banyak sekali tempat yang merupakan titik yang memiliki minyak bumi yang cukup banyak. Untuk bisa mendapatkan minyak bumi, maka yang pertama kali harus dilakukan adalah eksplorasi. Eksplorasi adalah proses pencarian titik-titik yang merupakan tempat yang terdapat minyak bumi didalamnya. Orang yang biasanya melakukan eksplorasi minyak bumi adalah ahli geologis. Indonesia termasuk kedalam negara yang menghasilkan minyak bumi terbanyak didunia.

    Terdapat berbagai cara untuk memperoleh minyak bumi. Salah satu caranya adalah dengan cara seismologi. Seismologi adalah cara untuk memperoleh minyak bumi dimana terdapat alat yang digunakan untuk memetakan cadangan minyak yang terdapat di laut dan didaratan. Biasanya cara ini menggunakan indikator getaran dan menggunakan alat yang dapat menangkap sinyal getaran tersebut. Lalu cara lainnya adalah drilling atau yang bisa disebut dengan proses pengeboran minyak. Proses pengeboran minyak ini dilakukan dengan membuat lubang pada titik yang telah diprediksi sebagai titik yang memiliki minyak bumi sehingga minyak bumi dapat mengalir ke tempat yang tekanannya lebih kecil. Cara-cara lainnya yaitu well testing, well logging, well completion, dan production.

    Minyak bumi memiliki manfaat yang begitu banyak. Salah satu manfaat utama dari minyak bumi adalah sebagai bahan bakar. Minyak bumi diolah terlebih dahulu dengan berbagai kondisi sehingga dapat dijadikan bahan bakar baik untuk kendaraan bermotor dan bahan bakar dapur. Kebanyakan minyak bumi digunakan sebagai bahan baku untuk membuat bahan bakar bermotor. Beberapa contoh minyak bumi yang diolah menjadi bahan bakar kendaraan bermotor yaitu bensin, solar, dan lain-lain. Namun, minyak bumi juga dapat digunakan sebagai bahan bakar dapur. Salah satu contoh manfaat dari minyak bumi sebagai bahan bakar dapur adalah gas LPG. Dengan teknologi yang semakin maju, maka semakin banyak juga produk yang dapat dihasilkan dari minyak bumi.

    Karena minyak bumi memiliki fungsi yang sangat banyak, maka minyak bumi sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang menmbuat minyak bumi sebagai salah satu komponen yang cukup penting dalam masyarkat. Bahkan dikarenakan banyaknya kendaraan yang terdapat di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Palembang, bahan bakar yang diperlukan menjadi semakin banyak. Hal ini mengakibatkan pengambilan minyak bumi secara terus-menerus, sehingga terdapat kemungkinan akan habisnya minyak bumi di Indonesia.

    Bila minyak bumi habis, maka akan terdapat banyak kerugian bagi masyarakat. Kerugian-kerugiannya seperti tidak adanya lagi bahan bakar baik untuk kendaraan bermotor maupun bahan bakar untuk dapur. Akibat lainnya adalah banyak kendaraan yang tidak akan bisa berfungsi karena kendaraan saat ini membutuhkan bahan bakar. Dan yang paling penting adalah ekonomi akan runtuh, karena banyak sekali perusahaan minyak bumi, terutama di Indonesia.

    Terdapat beberapa cara untuk mencegah habisnya minyak bumi, terutama yang ada di Indonesia. Salah satunya yaitu mencari bahan alternatif yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar. Bahan alternatif yang dapat dipakai sebagai salah satu bahan baku untuk membuat bahan bakar adalah biomassa atau biogas. Belakangan ini, banyak sekali masyarakat yang mulai memikirkan cara untuk mengganti bahan bakar minyak dengan bahan bakar bio atau yang disebut juga dengan bio-fuel. Hal ini didukung dengan pemerintah Indonesia yang mulai memperhatikan proses pembuatan bahan bakar biomassa (bio-fuel) untuk mengurangi pemakaian minyak bumi yang terlalu banyak.

    Cara kedua untuk mencegah resiko untuk mengurangi resiko habisnya minyak bumi adalah dengan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak. Salah satunya yaitu dengan mengurangi penggunaan kendaraan bila tidak terlalu diperlukan. Hal ini menjadi aspek yang sangat penting untuk mengurangi resiko habisnya minyak bumi. Karena dengan mengurangi penggunaan kendaraan, maka bahan bakar yang dihabiskan menjadi lebih sedikit dan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak. Hal ini menyebabkan minyak bumi yang diolah untuk dijadikan sebagai bahan bakar dapat berkurang juga. Maka dari itu hal ini harus kita lakukan untuk mencegah habisnya minyak bumi.

  •  

    Minyak bumi adalah istilah yang dipakai secara luas di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum mengenal istilah minyak bumi biasanya orang menggunakan kata minyak tanah untuk menyebutkan minyak bumi. Namun istilah yang lazim dipakai sekarang adalah miyak bumi sementara kata ‘minyak tanah’ lazim digunakan untuk menyebut bahan bakar kompor minyak atau bahasa Inggrisnya kerosene. Secara bahasa, minyak bumi berarti ‘minyak yang ada di dalamperut bumi’. Kata minyak bumi berasal dari kata Yunani, yaituπέτρα (petra) yang berarti ‘batu’ danἔλαιον (elaison) yang berarti minyak. Minyak bumi adalah cairan kental, berwarna hitam atau kehijauan, mudah terbakar, yang berasal dari endapan fosil hidup yang mati dan mengendap di dalam tanah ataupun di bawah laut yang mengalami perubahan karena efek dari tekanan dan suhu yang tinggi. Minyak bumi adalah campuran dari berbagai senyawa hidrokarbon yang memiliki kegunaan yang beragam, tetapi tidak bisa langsung dipakai tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Minyak bumi yang baru didapatkan dari hasil pengeboran yang belum diolah disebut minyak mentah atau crude oil. Pengolahan dapat dilakukan dengan cara memisahkan campuran hidrokarbon berdasarkan titik didihnya. Hasil pengolahan minyak bumi mentah menghasilkan fraksi–fraksi minyak bumi berupa bensin, solar, avtur, minyak tanah, aspal, plastik, oli, dan LPG. Salah satu fraksi dari destilasi minyak bumi menghasilkan minyak pelumas atau oli pada suhu kurang lebih tiga ratus derajat celcius. Oli ataupun minyak pelumas digunak untuk melumasi mesin kendaraan bermotor untuk mecegah karat dan mengurangi gesekan.

    Minyak pelumas adalah cairan yang memiliki kekentalan yang digunakan untuk melumasi mesin-mesin kendaraaan bermotor dan mesin-mesin di industri. Yang pada umumnya minyak pelumas diberikan diantara dua benda yang bergerak untuk mengurangi gesekan dan karatan diantara dua benda bergerak tersebut. Dalam hal ini minyak pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melapisi dua permukaan mesin yang berhubungan. Pada umumnya minyak pelumas terdiri dari sembilan puluh persen minyak dasar dan sepuluh persen zat tambahan. Didalam dunia industri yang mencakup Teknik Kimia, mesin yang menggunakan minyak pelumas untuk melindungi mesin dari gaya gesek yang berlebih adalah Rotary klin, Screen dan lain-lain.

    Minyak pelumas apabila digunakan dalam waktu yang cukup lama akan mengalami perubahan komposi ataupun struktur kimia didalam nya. Hal tersebut dikarenakan pengaruh dari tekanan dan juga suhu selama minyak pelumas digunakan dan juga akan banyak kotoran yang masuk ke dalam minyak pelumas selama minyak digunakan.

    Pertanyaaannya sekarang apakah minyak pelumas bekas akan langsung dibuang ke lingkungan? Tentu saja minyak pelumas bekas tidak bisa langsung di buang ke lingkungan karena termasuk salah satu bahan berbahaya dan beracun. Limbah bahan berbahaya dan beracun yang terus meningkat di lingkungan sangat dikhawatirkan dapat menganggu kesehatan dari lingkungan hidup dan masyarakat semakin meningkat dikhawatirkan menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. Salah satu limbah bahan berbahaya dan beracun yang sangat dikhawatirkan dampaknya terhadap lingkungan adalah minyak pelumas bekas. Dimana minyak pelumas bekas dilingkungan akan menjadi toxic bagi masyarakat. Karena hal demikian, dibutuhkan suatu metode untuk mengolah minyak pelumas bekas yang dapat mereduksi atau mengurai zat pencemar dan logam berat yang disebabkan oleh minyak pelumas bekas. Salah satu metode untuk mengolah minyak pelumas bekas adalah Acid Clay Treatment.

    Acid Clay Treatment adalah salah satu metode pengolahan dalam pada minyak pelumas bekas dengan menggunakan penambahan asam kuat dan lempung di dalam proses pengolahannya. Pengolahan yang dilakukan bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik dalam penurunan logam berat timbal (Pb) yang terkandung pada minyak pelumas bekas.Asam kuat kuat yang digunakan dalam hal ini adalah asam sulfat atau H2SO4 karena asam ini dapat berekasi dengan Nitrogen, Oksigen, ataupun senyawa-senyawa berbasis sulfur lainnya. Dalam hal ini lempung digantikan oleh Bentonit. Untuk media adsorben digunakan Bentonit, tetapi bentonit perlu diaktivasi terlebih dahulu seblum digunakan untuk meningkatkan kemampuan penyerapan nya.

    Tahapan-tahapan dari proses Acid Clay Treatment yaitu, pertama adalah Storing. Storing adalah tahapan dimana minyak pelumas bekas dikumpulkan di bak pengumpul dengan kapasitas tertentu. Tahapan yang kedua adalah De-Watering, yaitu proses penghilangan kandungan air dari minyak pelumas bekas yang berasal dari bak penampung menggunakan suhu yang tinggi. Kemudian, tahapan yang ketiga adalah Cooling. Cooling adalah proses dimaana minyak pelumas bekas yang telah dihilangkan kandungan airnya didinginkan kembali sampai dengan suhu kamar. Tahapan yang selanjutnya yaitu Mixing. Pada proses mixing minyak pelumas bekas direaksikan dengan asam sulfat (H2SO4) dengan rasio tertentu. Tahapan yang kelima yaitu Dekanting, dimana minyak pelumas bekas dari proses mixing dipompa ke bak penampung. Selanjutnya masuk ke tahap Adsorbing, dimana minyak pelumas bekas akan dipompa menuju ke bak penjernih. Dimana minyak pelumas akan di aduk dengan Bentonit sebagai adsrobent. Didalam proses filtrasi bentonit akan mengalami proses penyaringan. Maksud dari proses ini adalah untuk mendapatkan minyak pelumas yang berwarna bening, karena disebabkan bentonit yang tertahan bersama kotoran yang telah terikat yang ada dalam minyak pelumas bekas dan minyak pelumas yang telah jernih akan masuk ke tahapan selanjutnya, yaitu bak penampungan akhir

    Minyak pelumas bekas yang langsung dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu adalah toxic yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan juga masyarakat. Yang mana salah satu dampaknya bagi kesehatan yaitu dapat menimbulkan penyakit atau bahkan keracunan. Hal itu lah dikhawatirkan dapat merusak lingkungan hidup dan menjadi dasar dari pengolahan minyak pelumas bekas. Pengolahan minyak pelumas bekas yang sering dan mudah diaplikasikan adalah Acid Clay Treatment. Penggunaan asam kuat dalam hal ini adalah asam sulfat atau H2SO4yang dapat dengan mudah ditemukan dan bisa didapat dengan harga yang terjangkau dan sebagai media adsorben nya adalah Bentonit. Dimana bentonit adalah mineral kelompok besar tanah lempung dan berasal dari abu vulkanik. Yang mana mengingat Indonesia adalah negara dengan kepemilikan gunung berapi yang besar, sehingga bentonit dapat dengan mudah ditemukan.



  • Sektor tekstil merupakan sektor yang berkontribusi ekspor terbesar kedua di Indonesia. Tekstil termasuk dalam salah satu sektor pengembangan revolusi industri 4 yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing dalam persaingan pasar global. Industri 4 erat kaitannya dengan internet dan kemajuan dalam bidang teknologi. Pemanfaatan teknologi dalam industri tekstil ini yaitu salah satunya dengan nanoteknologi yang dapat mengubah sifat material menjadi lebih istimewa dari penyusun bahan awalnya dengan mengubahnya ke dalam skala nanometer. Salah satu pengembangan nanoteknologi dalam bidang tekstil yaitu nanofiber.

    Menurut Subbiah dkk (2005)Nanofiber dalam industri tekstil didefinisikan sebagai suatu serat yang memiliki diameter sebesar 100-500 nm. Ukuran nano yang sangat kecil tersebut dapat bermanfaat untuk penghalangan bakteri. Menurut Pillai dan Sharma (2009) Pembuatan nanofiber dapat dilakukan dengan bebagai cara seperti drawing, template synthesis, dan electrosinning.Drawing yaitu teknik pembuatan nanofiber dengan menyentuhkan mikropipet pada droplet dan menariknya. Template synthesis, yaitu pembuatan nanofiber dengan menekan larutan polimer pada celah membran yang kecil untuk menghasilkan nanofiber. Electrospinning, yaitu pembuatan nanofiber dengan memberi muatan pada larutan polimer yang kemudian dijatuhkan dari pipet di dalam daerah bermuatan listrik tinggi. Dari ketiga jenis metode tersebut metode Electrospinning yang cukup sederhana namun biayanya cukup efisien.Salah satu bahan polimer yang digunakan dalam nanofiber ini yaitu kitosan.  Kitosan bersifat biodegrabel dan biokampatibilitas tinggi serta mempunyai sifat antibakteri, sehingga dapat digunakan dalam industi tekstil dengan dibuat nanofiber. Pelapisan dengan kitosan  menghasilkan  pemukaan tekstil yang halus, warna yang stabil, dan tidak luntur.  Kitosan dapat diperoleh dengan mengkonversi kitin, sedangkan kitin sendiridapat diperoleh dari kulit crustacea. Produksi kitin biasanya dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap pertama deproteinasi merupakan penghilangan protein. Tahap kedua demineralisasi yaitu penghilang mineral. Tahap ketiga kitosan diperoleh dengan deasetilasi kitin dengan cara penghilangan gugus asetil. Pemintalan elektrik (electrospinning) adalah metoda yang mempunyai karakteristik yang menarik dan juga unik, seperti luas permukaan yang lebih besar dari volume, memiliki sifat kimiawi, konduktivitas, dan sifat optik tertentu. Teknik Pemintalan elektrik dapat relatif cepat, sederhana, dan juga murah dalam menghasilkan nanofiber.

    Menurut Anggraini (2017) keunggulan lain dari teknik electrospinning ini yaitu menghasilkan nanofiber yang cukup panjang. Pembuatan nanofiber dengan cara electrospining  menggunakan alat electrospun dan sumber listrik untuk membentuk suatu garis-garis halus (fiber) dalam ukuran nano dari suatu cairan. Proses ini sangat menarik untuk membuat biomaterial polimer menjadi nanofiber. Pembuatan Nanofiber kitosan menggunakan alat electrospun adalah bahan polimer dilarutan pada pelarut yang sesuai. Polimer yang sudah dilarutkan lalu dipintal menggunakan alat electrospun. PVA (Polyvinyl Alcohol) merupakan salah satu polimer sintetik dengan keunggulan seperti hidrofilisitas dan kompatibilitas, tidak toksik, kandungan air yang tinggi, sifat mekanik yang kuat, stabilitas kimia yang baik dibanding polimer sintetik lainnya dan biodegradabel serta merupakan polimer yang sesuai dengan metode electrospinning dengan menggunakan kitosan.

    Menurut penelitian Winiati dkk (2016) teknik mengaplikasikan zat antibakteri ke dalam tekstil dapat dilakukan dengan berbagai cara bergantung pada sifat zat antibakteri dan jenis serat tekstilnya. Untuk aplikasi pada serat sintetik, zat antibakteri dapat ditambahkan ke dalam bahan polimer sebelum proses pembuatan serat. Cara ini merupakan yang terbaik karena zat antibakteri terikat secara fisik di dalam serat sehingga memiliki ketahanan yang cukup kuat. Menurut penelitian Erdawati dkk (2013) pelapisan kitosan pada kain juga dapat memberikan ketahanan warna yang lebih unggul dibandingkan dengan kain yang tidak dilapisi dengan kitosan. Kain ditreatment terlebih dahulu melalui proses degumming dan asilasi. Proses degumming bertujuan untuk menghilangkan serisin agar dihasilkan kain yang lembut dan berkilau sementara asilasi berfungsi sebagai jembatan antara kitosan dengan kain.

    Pemanfaatan nanofiber dari kitosan dalam industri tekstil dapat memberikan serat alami yang lebih ramah lingkungan yang tidak memberikan efek bebahaya bagi kesehatan, selain itu nanofiber jika dibuat dari kitosan dapat memberikan zat antibakteri dan ketahanan warna yang tinggi pada industri tekstil yang dapat dikembangkan dalam revolusi industri 4 sekarang ini.      

    DAFTAR PUSTAKA

    Anggraini. 2017. Sintesis Nanofiber Kitosan/ Polyvinyl Alcohol (PVA) Dengan Metode Electrospinning. Skripsi. Institut Pertanian Bogor: Bogor.

    Erdawati. dkk. 2013. Pelapisan Kain Sutera Nano Partiket Kitosan Untuk Meningkatkan Ketahanan Warna. JRSTK. Vol. 3(1): 229-238.

    Pillai dan Sharma. 2009. Electrospinning of Chitin and Chitosan Nanofibres.Trens Biomater Artif Organs. Vol. 22(3): 179-201.

    Subiah. dkk. 2005. Electrospinning of Nanofiber. Jounal of Applied Polymer Science. Vol. 96: 557-569.

    Winiati. dkk. 2016  Aplikasi Kitosan Sebagai Zat Anti Bakteri Pada Kain Poliester Selulosa Dengan Cara Perendaman. Arena Tekstil. Vol. 31(1): 1-10.

     

  •             Dewasa ini, perkembangan teknologi sudah berlangsung dengan sangat cepat, termasuk perkembangan teknologi nano. Hal ini masuk akal dikarenakan benda yang memiliki ukuran partikel dalam skala nanometer memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan partikel yang memiliki ukuran bulk.Contoh keunggulan yang dimiliki oleh nanopartikel seperti memiliki kekuatan mekanik yang lebih besar dan memiliki titik leleh yang lebih rendah.

                Revolusi industri 4.0 yang saat ini sudah berlangsung di dunia menuntut adanya keterbaruan dalam seluruh hal yang berkaitan dengan industri dan tidak memberi dampak yang berbahaya bagi lingkungan seperti pada revolusi industri sebelumnya. Di Indonesia sendiri, Kementrian Perindustrian sudah menanggapi revolusi industri 4.0 dengan sejumlah strategi, diantaranya adalah fokus dalam 5 bidang yakni industri kimia, elektronik, food and beverage, tekstil, dan otomotif. Untuk mendukung supaya industri di lima bidang di atas memiliki nilai tambah dan dapat bersaing dengan produk-produk dari luar negeri perlu adanya inovasi yang digunakan, salah satunya adalah dengan penggunaan teknologi nano.

    Terkhusus pada bidang industri otomotif, penggunaan nanoteknologi lebih dimaksudkan untuk menambah nilai fungsi pada perangkat-perangkat otomotif, dan memperpanjang life time dari perangkat otomotif tersebut. Contoh dari pemanfaatan nanoteknologi dalam bidang otomotif adalah dalam pembuatan nano filler. Berdasarkan fungsinya, material pengisi (filler) digolongkan menjadi tiga kelompok yakni sebagai penguat (reinforcing filler), semi penguat (semi reinforcing), dan tidak bersifat penguat (non-reinforcing filler). Beberapa bahan filler yang telah banyak beredar di pasar adalah carbon black yang termasuk ke dalam filler bersifat penguat. Namun pembuatan carbon black diketahui menghasilkan emisi berupa CO2 yang merupakan penyebab terjadinya efek rumah kaca, sehingga harus dicari solusi untuk masalah ini. Nanoteknologi dapat digunakan dalam pembuatan nanofiller yang bertujuan mengurangi emisi CO2 yang dihasilkan pada penggunaan carbon black dalam pembuatan barang menjadi karet.

    Pengaplikasian nanofiller pada produk olahan karet juga dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan harga jual dari karet itu tersendiri dan meningkatkan perekonomi dari petani karet. Produk olahan karet dengan nanofiller yang berkualitas dan ramah lingkungan otomatis akan menjadi nilai tambah bagi produk tersebut, sehingga akan banyak konsumen yang menggunakan produk tersebut. Hal ini berimbas pada meningkatnya jumlah produksi produk, dan meningkatnya kebutuhan akan bahan baku yakni karet. Hal ini menjadi keuntungan bagi petani karet karena produk yang mereka olah laku di pasaran.

    Pengaplikasian nanofiller pada industri karet sebagian besar digunakan pada bagian interior kendaraan khususnya pada automotive foam. Penambahan nanofiller pada proses pembuatan busa kendaraan dapat meningkatkan kestabilan busa tersebut pada kondisi yang ekstrim seperti suhu dan kelembaban yang tinggi. Hal ini cocok diaplikasikan di Indonesia terutama di daerah Sumatera Selatan karena memiliki suhu yang panas dengan tingkat humidifikasi udara yang tinggi. Selain itu Sumatera Selatan juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil karet terbesar di Indonesia, sehingga sangat potensial dalam pengembangan produk ini.

    Selain itu, penggunaan nanomaterial dalam bidang otomotif juga bertujuan untuk pengurangan massa kendaraan, keselamatan, dan penghematan bahan bakar, pengaplikasian dalam mesin dan katalis untuk pembersihan emisi otomotif, serta pengaplikasian dalam efisiensi energi dan sel bahan bakar. Massa dari kendaraan dapat direduksi dikarenakan suatu nanomaterial akan memiliki massa yang lebih ringan jika dibandingkan dengan material berukuran bulk, dan juga memiliki kekuatan fisik yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan material berukuran bulk. Hal ini berguna dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang diakibatkan oleh kendaraan penyok seperti kebanyakan kecelakaan yang terjadi. Seiring dengan ringannya massa dari kendaraan tersebut, maka akan semakin kecil gaya beratnya, dan akan berdampak pada semakin kecil energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan kendaraan tersebut.

    Nanokatalis digunakan pada bagian saluran pembuangan emisi kendaraan yang berasal dari ruang pembakaran mesin. Pada bagian tersebut terdapat katalis yang memiliki pori-pori berukuran nano. Pori-pori yang memiliki ukuran nano tersebut akan memiliki luas permukaan yang sangat luas, sehingga daerah kontak antara nanokatalis dengan gas emisi buang akan semakin luas, dan akan semakin banyak jumlah polutan yang terserap di dalam nanokatalis tersebut.

    Berkembang suatu ide dimana meletakkan solar cell pada kendaraan yang bertujuan sebagai sumber energi untuk menggerakkan kendaraan tersebut, namun hal ini masih perlu dilakukan beberapa pengembangan lagi, diantaranya adalah dengan menggunakan nanokomposit dengan matriks semikonduktor yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dari solar cell tersebut. Contoh dari nanokomposit yang telah mulai digunakan adalah TiO2 yang ditanam dalam sel semikonduktor. Efisiensi sebesar 10% dapat menghasilkan energi sebesar 0,5 kW. Energi ini hanya perlu disimpan dalam baterai untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber energi pada kendaraan.

    Nano memang merupakan sesuatu yang berukuran kecil, namun dibalik kecilnya ukuran partikel tersebut, terdapat dampak yang sangat besar apabila digunakan secara maksimal. Melihat potensi yang telah sedikit dibahas di atas, Indonesia seharusnya dapat mengaplikasikan nanoteknologi, terutama dalam upaya untuk menjalankan revolusi industri 4.0. Oleh karenanya, pemahaman tentang ilmu nanoteknologi harus dikembangkan secara lebih intens lagi kepada seluruh lembaga pendidikan yang ada di Indonesia.

  • Dewasa ini, kendaraan bermobil sudah menjadi suatu kebutuhan untuk menunjang aktivitas keseharian manusia, sehingga jumlah mobil di Indonesia selalu meningkat tiap tahunnya. Dewasa ini juga kondisi iklim di Indonesia tidak menentu, kadang cuaca sangat panas, lalu tiba-tiba dapat turun hujan dengan deras. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada berbagai peralatan, salah satunya adalah badan mobil. Badan mobil apabila terus-terusan terkena panas dari sinar matahari dan tiba-tiba terkena hujan dapat mengalami kerusakan seperti pelapukan ataupun karatan. Oleh karenanya banyak pabrikan mobil saat ini menggunakan metode pelapisan (coating) pada badan mobil untuk menanggulangi masalah tersebut. Namun coating pada badan mobil saat ini masih belum maksimal, sehingga diperlukan suatu inovasi untuk memaksimalkan coating tersebut. Salah satunya adalah dengan penambahan nanopartikel pada proses coating yang dapat memperpanjang life time dari badan mobil tersebut. Hal ini dapat terjadi karena nanopartikel memiliki panjang gelombang yang bersesuaian dengan panjang gelombang sinar ultraviolet, sehingga sinar ultraviolet akan diserap oleh nanopartikel tersebut.

    Dua tujuan utama aplikasi pelapisan dalam industri otomotif adalah melindungi badan mobil terhadap kondisi lingkungan dan memberikan penampilan estetika yang diinginkan. Untuk memenuhi fungsi-fungsi tersebut, pelapis itu sendiri sebaiknya harus mampu melindungi untuk waktu yang lama walaupun pada kondisi lingkungan yang tidak stabil. Perubahan kimia seperti foto dan degradasi hidrolitik masing-masing disebabkan oleh sinar matahari dan kelembaban adalah dua proses umum yang terjadi yangmana dapat menghasilkan perubahan dalam semua aspek dan sifat pelapis otomotif. Perubahan kimia ini dapat sangat mempengaruhi semua aspek lapisan. Oleh karena itu, pelapis otomotif harus sangat tahan terhadap kondisi cuaca. Untuk meningkatkan ketahanan lapisan terhadap sinar matahari biasanya ditambahkan HALS (stabilizer amina cahaya terhalang) dan atau peredam UV organik ke formulasi clearcoat. Bahan-bahan memiliki kinerja pelapukan yang jauh meningkat dan harganya yang relatif tinggi. Selain itu, bahan tersebut dapat bermigrasi ke lapisan lain dan juga cenderung mengalami dekomposisi selama masa pakainya. Sehingga, untuk mengatasi pelapukan tersebut, nanoteknologi dapat menjadi solusi baru yang tidak memiliki kekurangan disebutkan di atas untuk penstabil UV organik.

    Dalam penelitian terbaru, berbagai nanopartikel seperti seng oksida, oksida besi, cerium oksida, titanium oksida dan silika telah dimasukkan ke dalam pelapis polimer konvensional meningkatkan daya tahan mereka terhadap sinar matahari. Partikelnano, memiliki luas permukaan yang tinggi untuk menyerap bagian berbahaya dari sinar matahari (bagian ultraviolet), mencegah pelapisan dari pelapukan degradasi. Karena mereka anorganik dan partikulat, mereka lebih stabil dan tidak bermigrasi dalam lapisan yang diterapkan. Jadi, mereka menghadirkan efektivitas yang lebih baik dan perlindungan yang lebih lama. Seperti yang disebutkan sebelumnya, nanopartikel TiO2 efektif untuk melawan sinar UV dan kaleng melindungi lapisan terhadap pelapukan. Namun, partikel nano ini khususnya dapat digunakan kekuatan pengoksidasi yang kuat dan menghasilkan radikal bebas yang sangat reaktif dan menurunkan lapisan yang telah dimasukkan. Dengan demikian, aktivitas fotokatalitik nanopartikel TiO2 harus dikontrol. Untuk tujuan ini, perawatan partikel nano dengan teknik yang berbeda seperti agen silan tidak hanya menekan aktivitas fotokatalitik nanopartikel TiO2, juga menawarkan keuntungan yang jelas seperti kesederhanaan dan biaya rendah dan suhu pemrosesan. Itu juga sudah menunjukkan bahwa modifikasi permukaan nanopartikel TiO2 dengan trimetoksi aminopropil silane (APS), sangat mengurangi aktivitas fotokatalitik nanopartikel dan meningkatkan ketahanan pelapukan lapisan poliuretan.

    Dalam berbagai penelitian, telah terbukti bahwa nanopartikel seng oksida dapat menjadi efektif pilihan untuk hampir sepenuhnya menyaring sinar UV dan melindungi lapisan. Dalam upaya untuk meningkatkan resistensi UV aromatik Partikel nano-ZnO elektro-lapisan berbasis poliuretan otomotif digunakan. Hasil jelas menggambarkan bahwa kehadiran partikel nano-seng oksida dapat menurunkan kecenderungan fotodegradasi film dan melindunginya terhadap kerusakan.

    Menurut temuan baru ini, membuat clearcoat dengan sifat anti-lengket dan tahan air yang unggul akan secara signifikan mengurangi kegagalan lapisan yang disebabkan oleh biologis. bahan. Pelapis pembersih-diri ultra-hidrofobik yang diproduksi oleh nanoteknologi adalah pendekatan yang kuat untuk tujuan ini. Kontaminan pada permukaan seperti itu tersapu oleh air tetesan atau mematuhi tetesan air dan dikeluarkan dari permukaan saat air tetesan berguling. Meskipun jenis pelapis untuk kacamata otomotif sudah ada dikomersialkan, pengembangan mereka untuk cat otomotif sedang berlangsung.

    Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa nanopartikel yang memiliki ukuran yang sangat kecil memiliki kegunaan yang sangat bermanfaat, khususnya pada bidang otomotif. Hal ini dapat memperpanjang life time dari mobil, dan juga menjaga nilai estetika dari mobil tersebut. Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki musim penghujan dan musim kemarau seharusnya menerapkan coating dengan penambahan nanopartikel agar mobil yang ada di Indonesia memiliki life time yang lebih panjang. Hal ini harus diiringi dengan pemahaman tentang nanoteknologi sehingga nanotekologi dapat dijadikan sebagai solusi untuk permasalahan yang ada. Namun untuk mewujudkan hal tersebut di Indonesia diperlukan pendidikan lebih lanjut mengenai nanoteknologi.

  • Minyak bumi merupakan produk hasil pelapukan sisa-sisa organisme,  seperti tumbuhan, hewan dan jasad renik yang tertimbun selama jutaan tahun, oleh karena itu, minyak bumi sering disebut sebagai bahan bakar fosil. Minyak bumi tergolong sebagai sumber daya alam tak terbarukan sebagaimana proses pembentukannya yang sangat lama, data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa cadangan minyak bumi di Indonesia mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

    Dengan degradasi cadangan minyak bumi yang terus meningkat maka banyak ilmuwan yang berlomba-lomba meneliti dan menemukan berbagai bahan alternatif pengganti minyak bumi. Sebagai contoh adalah alternatif pengganti bahan bakar minyak yang telah banyak diteliti dan bahkan sudah ada yang diuji coba.

    Namun ada salah satu bahan yang hingga saat ini masih belum banyak dilakukan penelitian untuk menggantikan yaitu pelumas atau oli, padahal kita tahu bahwa pelumas adalah komponen yang penting di dalam mesin, baik mesin kendaraan, mesin industri, dan berbagai mesin lainnya. Selain sebagai pelindung bagian mesin yang bergerak dengan cara mencegah kontak atau gesekan langsung dua logam yang berhubungan, ada banyak lagi fungsi pelumas sebagai bahan vital pada suatu kerja mesin, antara lain untuk mengurangi gesekan, sebagai pendingin, sebagai perapat, sebagai pembersih, sebagai anti karat, dan lain sebagainya. Dalam perkembangan berbagai riset untuk inovasi bahan alternatif minyak bumi, hanya sedikit yang meneliti alternatif untuk pelumas atau oli. Salah satu yang digadang-gadang dapat menjadi aternatif dalam penggunaan pelumas pada mesin ialah dengan menggunakan minyak nabati (minyak dari tumbuh-tumbuhan) seperti minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan lain sebagainya.

    Dari segi ketersediaan bahan baku di alam, Indonesia negara yang kaya akan hasil pertanian seperti kelapa sawit dan kelapa. Untuk kelapa sawit, Indonesia memiliki posisi sangat unggul karena negeri ini sekarang merupakan penghasil dan pengekspor terbesar minyak kelapa sawit di seluruh dunia. Menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), angka produksi minyak kelapa sawit Indonesia ada pada kisaran 41,98 juta ton pada tahun 2017, yang menunjukkan peningkatan produksi sebesar 18% jika dibandingkan dengan produksi pada tahun 2016 yakni sebesar 35,57 juta ton. Adapun untuk angka ekspor juga mengalami kenaikan sebesar 23% yang sebelumnya pada tahun 2016 sebesar 25,11 juta ton kemudian naik menjadi 31,05 juta ton pada tahun 2017. Angka ini menjadi bukti bahwa power produksi dan cadangan minyak kelapa sawit di Indonesia masih sangat memungkinkan untuk menjawab tantangan krisis minyak bumi yang akan melanda di tahun-tahun kedepan.

     Perbandingan sifat fisika antara minyak nabati dan minyak bumi dapat dilihat pada gambar berikut :

     

    Pada gambar perbandingan diatas dapat dilihat bahwa rasio antara keduanya tidak terlalu jauh berbeda, ini menunjukkan masih dimungkinkan penggunaan minyak nabati sebagai pengganti minyak bumi dalam semua proses yang melibatkan kerja mesin.

    Penggunaan pelumas dari minyak nabati sudah pernah dicoba di Amerika Serikat, pada tahun 2005, mesin yang menggunakan pelumas nabati adalah mesin untuk industri makanan. Minyak dibuat dari lobak, kacang kedelai, bunga matahari dan jagung. Akan tetapi dalam proses perkembangannya penggunaan minyak nabati di negara seperti Amerika Serikat dirasa kurang efektif karena ketersediaan bahan baku yang sulit karena negara ini memasok bahan baku pembuatan minyak nabati dengan impor dari negara lain.

     Inilah yang menjadi kesempatan bagi Indonesia, negara yang kaya akan perkebunan penghasil minyak nabati berkualitas, yang dapat menjadikan Indonesia negara pengekspor cadangan minyak dunia. Angka produksi minyak nabati untuk mesin industri di dunia hanya 2% saja, ini menunjukkan ada peluang besar untuk Indonesia memajukan 2 sektor sekaligus yaitu sektor industri dan perkebunan. Yang kemudian menjadi tantangan adalah menciptakan proses yang ideal dan menghasilkan produk minyak yang dapat bersaing di era global seperti saat ini.

  •  

    Pendahuluan :

     

             Pada saat ini bahan bakar minyak (BBM) yang ada di pasaran disintesa dari produk petro kimia yang menggunakan bahan baku berasal dari minyak bumi.  Ketersediaan minyak bumi sangat terbatas dan merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga harganya akan semakin meningkat. Indonesia yang saat ini dikenal sebagai salah satu negara pengekspor minyak bumi diperkirakan juga akan mengimpor bahan bakar minyak pada 20 tahun mendatang, karena produksi dalam negeri tidak dapat lagi memenuhi permintaan pasar yang meningkat cepat akibat pertumbuhan penduduk dan industri.  Di Indonesia, Penelitian tentang alternatif pengganti bahan bakar fosil sudah lama dilakukan yaitu dengan mencari bahan baku atau sumber daya alam yang dapat diperbaharui Energi terbarukan yang dapat digunakan adalah etanol dan biodiesel yang bahan bakunya sangat melimpah di Indonesia. Biodiesel sendiri merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjangasam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesindiesel. Biodiesel terbuat dari minyak nabati turunan tumbuh-tumbuhan sepertiketela pohon, tetes tebu, kelapa sawit ataupun biji jarak.Tanaman-tanamantersebut pada kenyataannya selain sebagaipenghasil biodiesel juga dapat dimanfaatkan untuk menyerap gas-gas CO2 dari udara untuk mengurangi pemanasan global. Ketersediaan tanaman-tanaman tersebut banyak terdapat di negara kita ini, bahkan melimpah ruah karena masih ada masyarakat yang belum mengetahui secara penuh akan manfaat yang bisa diambil, terkhusus tanaman jarak. Tanaman jarak ini masih tergolong asing di telinga masyarakat dalam hal pemanfaatan. Namun apabila kita kaji lebih dalam lagi, kandungan tanaman jarak dapat menghasilkan berbagai manfaat bahkan dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar.

     

     

    Isi :

          Tanaman jarak  (Jatropha curcas L.) dikenal sebagai jarak pagar, dan merupakan tanaman semak yang tumbuh dengan cepat hingga mencapai ketinggian 3-5 meter.  Tanaman ini tahan kekeringan dan dapat tumbuh di tempat-tempat dengan curah hujan 200 mm hingga 1500mm per tahun. Daerah penyebaran tanaman terletak antara 40oLS sampai 50oLU dengan ketinggian optimal 0-800 meter di atas permukaan laut .Tanaman jarak memerlukan iklim yang kering dan panas terutama pada saat berbuah. Minyak jarak dapat diperoleh dari biji jarak yang sudah tua dan diproses dengan cara pengepresan. Buah yang masih berkulit ini kemudian dijemur selama 3 hari hingga kering dan kulitnya menjadi pecah dengan sendirinya. Untuk memisahkan bagian biji dengan kulit buah dilakukan dengan menggunakan alat pemisah biji. Bijiyang sudah dipisahkan dari cangkangnya kemudian diberi pemanasan pendahuluan, yaitu berupa pemanasan dengan uap pada suhu 170o C selama 30 menit, pemanasan dengan oven padasuhu 105oC selama 30 menit serta pemanasan dengan penggongsengan biji sehingga biji cukup panas untuk dilakukan pengepresan.Pemanasan merupakan salah satu tahap dalam proses pengolahan minyak, yang bertujuan untuk menyatukan dan mengumpulkan butir-butir minyak sehingga memungkinkan minyak dapat mengalir keluar dari daging biji dengan mudah serta dapat mengurangi afinitas minyak pada permukaan biji sehingga pekerjaan pemerasan menjadi lebih efisien. Selain itu, pemanasan juga dimaksudkan untuk menonaktifkan enzim-enzim, sterilisasi pendahuluan, menguapkan air hingga kadar air tertentu, meningkatkan keenceran minyak, menggumpalkan beberapa protein sehingga memudahkan pemisahan lebih lanjut dan mengendapkan beberapa pospatida yang tidak dikehendaki. Pengepresan biji jarak dapat dilakukan dengan menggunakan alat pengepres hidraulik.  Tujuan pengepresan adalah untuk mengeluarkan minyak yang ada di dalam daging biji. Dari hasil pengempaan ini dihasilkan minyak jarak sekitar 28-40% dan  bungkil yang masih mengandung minyak dengan kadar 10-20. Minyak yang dihasilkan tersebutlah yang nantinya dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar. Pemanfaatan sebagai alternatif bahan bakar ini tentunya dapat dilakukan secara kontinu mengingat bahwa ketersediaan tanaman cukup banyak terdapat di alam sekitar.

     


                                                                                                     (Ilustrasi Pengolahan Biji Jarak)

     

     

    Penutup

           Dari hasil uraian di atas, dapat dilihat bahwa pada dasarnya terdapat banyak kekayaan alam yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar. Hanya saja kurangnya pengetahuan membuat banyak orang tidak mengetahui akan hal tersebut. Pengolahan yang dilakukan, terutama pada tanaman jarak, tidak terlalu rumit bahkan dapat dilakukan oleh masyarakat umum. Kesadaran masyarakat yang hanya menyerahkankan pada pemerintah dan perusahan-perusahaan minyak bumi perihal ketersediaan bahan bakar tanpa memikirkan alternatif penggantinya tentu harus segera dihilangkan. Diharapkan masyarakat sudah mampu memproduksi sendiri tanpa harus membeli dari pemerintah lagi. Produksi bahan bakar alternatif sendiri ini selain dapat menggantikan bahan bakar, juga dapat menghemat biaya karena tidak perlu membeli bahan bakar dari pemerintah serta dapat mengurangi banyaknya ketersediaan tanaman-tanaman tersebut di alam karena kurangnya pemanfaatan yang dilakukan.

  •      See the source image

         Sumber energi yang saat ini paling popular digunakan di seluruh dunia adalah sumber energi yang berasal dari fosil berupa minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Seperti pada tulisan terdahulu mengenai sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan, bahwa sumber energi minyak bumi, batu bara, dan gas alam merupakan sumber masalah bagi dunia. Sebab energi yang berasal dari fosil ini cepat ataupun lambat akan semakin berkurang seiring dengan pertumbuhan umat manusia dan pertumbuhan industri di dunia sehingga yang pada akhirnya minyak bumi akan menjadi barang langka dan sangat mahal. Biaya kehidupan akan tersedot hanya untuk memenuhi kebutuhan akan energi. 

         Selain itu, cadangan energi fosil Indonesia sudah sangat terbatas, cadangan minyak hanya cukup untuk 18 tahun, gas untuk 60 tahun, dan batu bara untuk 150 tahun. Adapun distribusi penggunaan sumber energi nasional untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 60%, gas 16%, batubara 12%, listrik 10%, dan LPG 1% dari total 606,13 juta SBM (setara bahan bakar minyak). Keadaan ini memacu Indonesia untuk mencari berbagai cara untuk menghemat penggunaan minyak bumi serta menciptakan energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil.

         Sumber energi alternatif baru dan terbarukan terus dilakukan riset serta pengembangan agar dapat menggantikan atau paling tidak menghemat sumber energi minyak. Para ahli teknologi dari berbagai penjuru dunia melakukan riset untuk mendapatkan sumber energi baru yang murah, bersih, dan dapat diperbarui. Salah satu sumber energi biomass yang mempunyai potensi untuk dikembangkan adalah energi biomass yang berasal dari minyak kelapa sawit atau disebut dengan biodiesel.

         Indonesia sebagai negara tropis memiliki berbagai jenis tanaman yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku untuk produksi energi alternatif pengganti bahan bakar minyak, baik berupa bio-ethanol sebagai pengganti premium maupun bio-diesel sebagai pengganti minyak solar. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa tumbuhan yang memiliki kandungan minyak yang cukup tinggi yaitu alpukat. Kenyataannya, sawit dan jarak pagar memiliki kandungan minyak relatif lebih rendah tetapi kedua tanaman tersebut lebih banyak digunakan dalam pembuatan produk biodiesel. Hal ini didasarkan atas ketersediaan bahan baku, serta kemudahan di dalam proses budidaya tanaman itu sendiri. Oleh sebab itu, dengan adanya pemanfaatan biodiesel dari minyak kelapa sawit dapat membantu mengatasi krisis energi yang terjadi di Indonesia saat ini.

         Mengingat Indonesia sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia setelah Malaysia tentunya memiliki kesempatan memanfaatkan sawit sebagai bahan bakar diesel atau biodiesel. Pada tahun 2007 Indonesia tercatat sebagai penghasil dan pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Terlebih lagi pada tahun 2018, luas area perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 14,03 hektar. Adapun wilayah Sumatera saat ini merupakan wilayah yang mempunyai lahan kelapa sawit terbesar di Indonesia, khususnya Sumatera Utara, lalu disusul Riau, Kalimantan dan Sumatera Selatan. Berdasarkan luas lahan maupun potensi produksi biodiesel, sangatlah disayangkan jika produksi minyak kelapa sawit yang sangat besar ini tidak bisa dioptimalkan

         Biodiesel adalah bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, baik minyak baru maupun minyak bekas penggorengan yang mengalami proses transesterifikasi untuk metil ester dengan metanol menggunakan natrium atau kalium hidroksida yang dilarutkan dalam metanol sebagai katalis. Transesterifikasi adalah suatu perubahan dari suatu tipe ester ke tipe yang lain dan berlangsung selama setengah sampai satu jam pada suhu sekitar 40℃. Pada proses transesterifikasi, gliserin dapat dipisahkan dari minyak nabati untuk menurunkan viskositas dari minyak nabati. Ester merupakan komponen utama dari biodiesel dan dapat digantikan oleh alkohol, misalnya metanol dan etanol. Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan biodiesel yaitu minyak nabati, alkohol, dan katalis.

         Biodiesel sangat menjanjikan sebagai bahan bakar alternatif dan sudah terbukti ramah lingkungan dikarenakan tidak mengandung sulfur, pembakaran lebih sempurna, dan non toxic. Hasil penelitian oleh beberapa peneliti dari tahun 2005 hingga saat ini menunjukkan bahwa biodiesel dari minyak sawit bekas memiliki kualitas yang hampir sama dengan biodiesel standar yang dipersyaratkan oleh ASTM dan diesel perdagangan. Hal tersebut membuktikan bahwa biodiesel memiliki peluang untuk dipasarkan baik di dalam negeri maupun untuk diekspor. Mengenai perbandingan tingkat emisi karbon dioksida antara biodiesel dan diesel standar, biodiesel muncul sebagai pemenang dengan menghasilkan sekitar 75% lebih sedikit emisi karbon dioksida dibandingkan dengan diesel standar. Artinya dengan menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif minyak solar di Indonesia dapat mengurangi dampak perubahan iklim.

  • PEMANFAATAN BIOGASOLINE SEBAGAI BAHAN BAKAR PENGGANTI BENSIN MURNI