KETERSEDIAAN MINYAK BUMI DAN GAS

 

              Peningkatan pertumbuhan ekonomi, sumber daya manusia, serta infrakstruktur yang menunjang kemajuan perkembangan secara struktural dengan adanya populasi manusia yang memiliki berbagai aktivitas hidupnya dapat menjadi faktor utama penyebab meningkatnya kebutuhan terhadap energi di segala aspek penggunaannya. Semakin meningkatnya kebutuhan energi maka berbanding terbalik pula dengan adanya usaha pengembangan sumber daya energi dan pembaharuan cadangan energi baik dengan energi terbarukan maupun energi tak terbarukan yang dapat mengakibatkan krisis energi yang melanda di berbagai negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Sejarah perkembangan minyak bumi yaitu crude oil yang didefinisikan sebagai sebuah minyak mentah disebut dengan sebutan unprocessed oil yang dikeluarkan dari dalam tanah. Crude oil merupakan suatu (jenis bahan bakar fosil), yang secara alamiah terbentuk dari proses pembusukkan tanaman dan fosil hewan. Sebelum dilakukan tahapan eksplorasi dengan menggunakan teknik dan metode yang canggih untuk dapat menemukan minyak bumi dan gas seperti saat ini maka, dahulunya dilakukan dengan menggunakan tahapan kekuatan dengan cara supranatural untuk dapat memprediksi dimana letak keberadaan suatu minyak bumi dan gas yang ada atau dilakukan dengan cara seadanya tanpa metode yang struktural.

              Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki sumber daya mineral yang tersebar di seluruh wilayah. Menurut Kementrian ESDM, potensi sumber daya dan cadangan mineral metalik Indonesia tersebar di berbagai lokasi yang terdapat diberbagai pelosok wilayah indonesia. Pencarian sumber minyak bumi mulai dilakukan sejak tahun 1885 dan puncaknya adalah pada tahun 1966 dimana Indonesia memulai explorasi secara besar besaran. Dengan dilakukannya explorasi Indonesia mampu mengekspor minyak dalam jumlah yang lumayan besar untuk dapat meningkatkan perekonomian. Selain minyak bumi, produksi gas bumi dan batubara juga berperan sangat penting untuk pemenuhan kebutuhan pasokan energi sebagai penunjang infrakstruktur. Proses dengan menggunakan teknik produksi pada minyak yang menggunakan tahapan eksplorasi, transportasi serta penyimpanan sumber daya energi. Berdasarkan data dari Kementrian ESDM, kebutuhan akan minyak dan gas berkisar 2,2 juta barrel perhari dimana 1,4 juta barrel diantaranya adalah kebutuhan terhadap minyak bumi, sementara produksi minyakIndonesia hanya berkisar 900.000 barrel perhari. Dengan kata lain, Indonesia kekurangan 500.000 barrel minyak perhari. Untuk menutupi kekurangan tersebut,Indonesia akhirnya menjadi negara importir minyak bumi, yang berdampak sangat signifikan terhadap kemampuan ekonomi nasional terlebih lagi pemerintah masih menanggung beban produksi subsidi yang sangat besar.

            Krisis energi minyak bumi di Indonesia sangat besar dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang berusaha mengalihkan perekonomiannya dari berorientasi ekspor kepada berorientasi konsumsi dan peningkatan produksi yang tidak mencapai produksi. Target-target produksi minyak bumi dan gas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah setiap awal tahun, tidak dapat tercapai untuk beberapa tahun berturut-turut karena kebanyakan produksi minyak yang berasal dari ladang-ladang minyak yang sudah menua. Mengindikasikan bahwa ada keterbatasan perkembangan dalam produksi minyak,bumi dan gas yang menyebabkan kebutuhan saat ini dengan mengimpor minyak demi untuk memenuhi permintaan domestik. Penurunan produksi minyak Indonesia dikombinasikan dengan permintaan domestik yang meningkat dan mengubah Indonesia menjadi importir minyak dari tahun ketahun yang dapat mengurangi ketersediaan minyak bumi dan gas yang ada di Indonesia serta dapat mengurangi cadangan minyak bumi yang ada akibat banyaknya permintaan minyak bumi dan gas yang berasal dari dalam dan luar baik ekport maupun import hal ini dapat ditandai dengan kelangkaan bahan bakar minyak di sebagian wilayah atau kota – kota terpencil yang terpelosok yang ada di Indonesia karena sulitnya akses jalan untuk dapat mendistribusikan bahan bakar minyak dan juga dengan adanya gas alam yang dapat mengalami kekurangan struktural suplai gas dan mengakibatkan umtuk beralih dengan bahan bakar fosil yang lebih mahal dan tidak ramah lingkungan yang dapat menimbulkan efek rumah kaca jika digunakan secara terus menerus langkah yang dapat dilakukan pemerintah yaitu dengan membatasi ekspor gas dan minyak bumi demi mengamankan suplai domestik yang diiringi dengan mendorong penggunaan gas alam sebagai sumber bahan bakar untuk konsumsi industri secara personal untuk diproduksi.

                                                                                                           

Profil Penulis
Desy Anya Clarissa
Author: Desy Anya Clarissa
Mengenai Penulis