Pada periode 2000-2019 konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Peningkatan konsumsi BBM tidak diiringi dengan peningkatan produksi minyak mentah domestik. Penurunan produksi minyak mentah berpengaruh terhadap penyediaan BBM domestik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Masalah utama yang dihadapai adalah ketergantungan terhadap impor minyak mentah dan BBM. Oleh karena itu, sangat penting bagi Indonesia untuk memperhatikan ketersediaan BBM yang cukup dan berkesinambungan untuk memenuhi kebutuhan BBM yang semakin meningkat.

Ada banyak sumber energi yang digunakan manusia untuk bertahan hidup. Sejauh ini, sumber energi yang paling sering digunakan adalah minyak bumi, batu bara, dan gas alami.

minyak bumi sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang menmbuat minyak bumi sebagai salah satu komponen yang cukup penting dalam masyarkat. Bahkan dikarenakan banyaknya kendaraan yang terdapat di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Palembang, bahan bakar yang diperlukan menjadi semakin banyak. Hal ini mengakibatkan pengambilan minyak bumi secara terus-menerus, sehingga terdapat kemungkinan akan habisnya minyak bumi di Indonesia.

Bila minyak bumi habis, maka akan terdapat banyak kerugian bagi masyarakat. Kerugian-kerugiannya seperti tidak adanya lagi bahan bakar baik untuk kendaraan bermotor maupun bahan bakar untuk dapur. Akibat lainnya adalah banyak kendaraan yang tidak akan bisa berfungsi karena kendaraan saat ini membutuhkan bahan bakar. Dan yang paling penting adalah ekonomi akan runtuh, karena banyak sekali perusahaan minyak bumi, terutama di Indonesia.

Sayangnya, sumber daya alam ini bisa habis jika digunakan terus-menerus.Itu  karena, dibutuhkan waktu jutaan tahun untuk sumber daya alam ini kembali terbentuk. Bahkan, diperkirakan minyak bumi di Indonesia akan habis dalam waktu 11-12 tahun ke depan, jika tidak dibuatkan cadangan baru.

 

Oleh karena itu kita membutuhkan energy aternatif yang bisa menggantikan pemenuhan kebutuhan energy yang akan kita konsumsi. Salah satunya adalah energy matahari dan dengan memanfaatkan panel surya kita dapat mengubah energy matahari menjadi enrgy listrik

Matahari adalah sumber energi panas terbesar di dunia. Energi matahari ini sering disebut energi solar. Energi ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia. Bumi menjadi terang karena adanya cahaya matahari. Oleh karena itu, siang hari kita tidak menyalakan lampu. Cahaya matahari digunakan tumbuhan hijau untuk berfotosintesis. Tanpa matahari, tumbuhan tidak dapat berfotosintesis. Energi matahari dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik. Listrik yang dibangkitkan dengan  energi matahari, disebut listrik tenaga surya. Kelemahan yang ditimbulkan oleh sumber energi alternatif ini adalah memerlukan lahan yang luas dan sejumlah besar selsel solar.

Sel surya atau juga sering disebut fotovoltaik adalah divais yang mampu mengkonversi langsung cahaya matahari menjadi listrik. Sel surya bisa disebut sebagai pemeran utama untuk memaksimalkan potensi sangat besar energi cahaya matahari yang sampai kebumi, walaupun selain dipergunakan untuk menghasilkan listrik, energi dari matahari juga bisa dimaksimalkan energi panasnya melalui sistem solar thermal.

Menggunakan listrik sendiri dari tenaga surya (mandiri) apakah memungkinkan? 

Yaaaa sangat mungkin, dengan menggunakan panel surya kita dapat memproduksi energy listrik rumahan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi listri keluarga.

Hanya dengan lahan terbuka 1m2 kita dapat memproduksi listrik setara kebutuhan listrik seharga 30.000 dengan kata lain jika kebutuhan listrik bulanan anda 300.000 anda hanya membutuhkan lahan sbesar 10m2.

 

 

 

Profil Penulis
aldi ramadhani
Author: aldi ramadhani
Mengenai Penulis