Pemanfaatan limbah Plastik sebagai bahan campuran Pengerasan Aspal

Karya : Muhammad Andzar Rizan (03031181722070)

 

 

Pendahuluan

Tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan manusia akan plastic sangat banyak baik sebagai pembungkus makanan maupun digunakan untk keperluan rumah tangga. Namun seringkali limbah plastik tersebut di buang bukan pada tempatnya baik itu di laut, sungai ataupun di daratan sehingga mencemari lingkungan karena plastic sendiri sult terurai bahkan tempat-tempat sampah yang disediakan di tempat umum diabaikan dan lebih di buang sembarangan. Indonesia sendiri menduduki posisi nomor dua di dunia dalam hal penyumbang sampah plastik terbesar yang di buang ke laut. Contohnya di Bali yang merupakan salah satu penyumbang produksi sampah plastik terbesar di perairan Indoesia. Nah kita juga tidak bisa mmungkiri bahwa kualitas aspal kita masih sangat rendah terbukti dari mudah retaknya aspal atau jalan-jalan mudah berlubang dalam kurun waktu yang singkat. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk membuat limbah plastik memiliki nilai guna tinggi dengan Pemanfaatan  limbah plastik sebagai bahan  tambah pengerasan Aspal. Dengan adanya pemanfaatan limbah plastik ini diharapkan bisa mengurangi limbah plastik di lingkungan dan juga meningkatkan kualitas aspal dengan penambahan plastic tersebut sehingga dapat mengurangi biaya perawatan jalan.

 

Isi

Aspal adalah suatu bahan bentuk padat atau setengah padat berwarna hitam sampai coklat gelap, bersifat perekat (cementious) yang akan melembek dan meleleh bila dipanasi. Aspal tersusun terutama dari sebagian besar bitumen yang kesemuanya terdapat dalam bentuk padat atau setengah padat dari alam atau hasil pemurnian minyak bumi, atau merupakan campuran dari bahan bitumen dengan minyak bumi atau derivatnya (ASTM, 1994). Aspal tidak bisa lepas dari kehidupan kita karna digunakan sebagai kontruksi jalan dimana mempunyai sifat fisis yang penting, antara lain : kepekatan (consistency), ketahanan lama atau ketahanan terhadap pelapukan oleh karena cuaca, derajat pengerasan, dan ketahanan terhadap air.

Pada kenyataannya aspal yang dipakai hanya tahan untuk kurun waktu yang singkat  berbeda jika dengan ditambahkan oleh plastik. Hal ini sejalan dengan yang dikatakan oleh Peneliti dari Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Tedi Santo Sofyan menjelaskan, dengan menggunakan campuran dari plastik, usia aspal bisa jauh lebih tahan lama sekitar 40 persen. Jika biasanya aspal biasa hanya bertahan selama 10 tahun, dengan campuran ini nantinya daya tahannya bisa mencapai 14 tahun seperti itulah kiranya,”

Penggunaan campuran plastik pada aspal akan menghemat biaya perawatan jalan. Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Deded P Syamsudin, mengatakan aspal dengan lebar 5 meter dan tebal 5 centimeter, membutuhkan 2,6 ton plastik per kilometer. Menurut dia, dengan campuran plastik biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi aspal semakin murah.“Kira-kira lebih murah 10%. Karena aspal yang digunakan lebih sedikit dan digantikan dengan plastik yang lebih murah,” kata Deded kepada kumparan (kumparan.com), Senin (25/12).

Selain itu penggunaan campuran plastik pada aspal akan mengurangi jumlah limbah plastik di Indonesia yang sulit terurai. Hal  ini seperti yang dikatakan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga “Penerapan aspal dicampur plastik merupakan inovasi Kementerian PUPR sejak 2017 untuk mengurangi jumlah limbah plastik. Sebab plastik merupakan jenis sampah yang sulit untuk terurai”. Para peneliti di Balitbang Kementerian PUPR telah cukup lama melakukan penelitian pemanfaatan limbah plastik sebagai campuran aspal. “Setiap 1 kilometer jalan dengan lebar 7 meter, membutuhkan campuran limbah plastik sebanyak 2,5 hingga 5 ton. Jadi bisa dibayangkan apabila hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan di Indonesia yang memiliki jalan ribuan kilometer,” tutur Danis

 

Penutup

Kondisi jalan di Indonesia yang begitu memprihatinkan sekarang ini, dimana kondisi aspalnya Cuma bisa bertahan dalam kurun waktu yang relatif singkat sedangkan mobil-mobil besar pengangkut barang seperti truk dan sebagainya sangat banyak maka perlu sekali kita menerapkan pemanfaatan campuran limbah plastik sebagai bahan campuran pengerasan aspal. Dengan adanya campuran plastik maka kualitas dari aspal akan semakin meningkat sehingga lebih tahan terhadap beban. Selain itu juga bisa meminimalisir biaya pengeluaran untuk perbaikan jalan

 

Daftar Pustaka

Jawa Pos. 2017. KemenPUPR Manfaatkan Sampah Plastik untuk Campuran Aspal. [Internet]. Tersedia di: https://www.jawapos.com

Kumparan. 2018. Tahun Depan, PUPR Terapkan Aspal Campur Plastik di 4 Daerah. [Internet]. Tersedia di: https://kumparan.com

LWA PRABU. 2014. Bab II Tinjauan Pustaka. [Internet]. Tersedia di: http://eprints.polsri.ac.id

Suriyani, Luh De. 2017. Limbah Plastik Digunakan untuk Aspal Jalan, Ternyata Berisiko. Kenapa?. [Internet]. Tersedia di: https://www.mongabay.co.id 

Profil Penulis
Muhammad Andzar Rizan
Author: Muhammad Andzar Rizan
Mengenai Penulis