(Sumber : https://cdn.utakatikotak.com/20181127/20181127_084706lit.jpg)

      Mahasiswa merupakan sekelompok orang jenius lulusan PTN terbaik yang di beri amanah sebagai agen pembawa perubahan, pemberi solusi dan sebagai penerus bangsa. Setelah menyelesaikan beban tugas Akhir, mahasiswa sibuk mencari pekerjaan.  Ide-ide cemerlang para mahasiswa untuk kemajuan teknologi Indonesia seolah tertimbun. Sembari menyelesaikan tugas-tugas akhir perkuliahannya, mahasiswa melupakan hal-hal penting yang berhubungan dengan kondisi bumi. Negeri ini sedang sakit, entah itu orang-orangnya, pun negeri itu sendiri. Dibalik beban tersebut, mahasiswa setidaknya memiliki tiga peranan yaitu peran moral, dimana mahasiswa bebas memilih tanggung jawab terhadap dirinya sendiri sebagai individu yang menjalankan kehidupan sesuai dengan moral yang ada di dalam masyarakat. Peran sosial, dimana mahasiswa yang memiliki tanggung jawab dalam dirinya sendiri itu tidaklah cukup maka mahasiswa harus juga memiliki peranan sosial karena segala perbuatan tidak hanya bermanfaat pada dirinya sendiri tetapi harus mampu membawa manfaat bagi sekitar. Begitupun dengan peran intelektual, secara keseluruhan mahasiswa tidaklah cukup untuk memiliki kepedulian terhadap dirinya sendiri dan lingkungan karena sebagai pelajar yang telah masuk dunia pendidikan yang maha (besar) mereka dituntut untuk memberikan perubahan pada intelektualitas yang mereka miliki sebelumnya. Karena mereka  telah dibekali sehingga  dituntut untuk begitu penduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

      Mahasiswa merupakan aset penting negara ini. Namun ada pula aset yang tidak kalah penting bagi negara ini yaitu minyak bumi. Mahasiswa dan minyak bumi saling berhubungan dan berkaitan satu sama lain. Dengan adanya mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa yang telah di bekali ilmu, seharusnya lebih peka terhadap kondisi bumi ini dan memberikan ide-ide baru mengenai teknologi dan temuan energi baru terbarukan untuk memenuhi peranannya terhadap lingkungan sekitar. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar memperingatkan kepada kita bila tidak ditemukan cadangan minyak bumi baru, pada tahun depan kemungkinan cadangan minyak bumi Indonesia akan turun dari 800.000 barel per hari (bph) menjadi 700.000 bph, dan seterusnya. Arcandra mengatakan, saat ini Indonesia memiliki cadangan terbukti minyak bumi sekitar 3,3 miliar barel. Dengan asumsi produksi konstan 800.000 per hari tanpa adanya temuan cadangan baru, maka dalam 11 tahun-12 tahun ke depan Indonesia tidak mampu memproduksi minyak bumi lagi. Cadangan terbukti minyak bumi itu bukanlah cadangan yang melimpah. Bila dibandingkan dengan cadangan terbukti minyak dunia jumlah itu setara dengan 0,2%. Artinya kita terus menggasak minyak jauh lebih cepat dari usaha kita memperoleh cadangan (minyak) baru ataupun energi baru terbarukan pengganti bahan bakar fosil, (cadangan minyak) terus diambil, sementara kita malas mengeksplorasi. Alhasil, sekarang ini sangat dibutuhkan ide-ide baru. Hal ini bukan berarti Indonesia tak memiliki energi, disini mahasiswa memiliki peranan penting sebagai pengabdi masyarakat karena ide-ide tersebut lah solusinya.

      Kekhawatiran terhadap kelangsungan pasokan energi inilah yang mencetuskan ide dari banyak orang terutama mahasiswa dalam tugas akhirnya untuk menemukan sesuatu yang bisa dipergunakan untuk menopang kehidupan. Dan ide-ide tersebut harus direalisasikan. Bagaimanapun umat manusia akan masih tetap ada, dan bahkan terus bertambah setiap harinya dan semuanya memerlukan energi untuk melakukan berbagai aktifitasnya. Mau tidak mau, dimasa depan sumber energi yang baru harus tersedia dalam jumlah yang besar dan bisa memenuhi kebutuhan hidup setiap manusia. Oleh karena itu, maka sumber energi alternatif harus bisa diproduksi secara massal dan berlimpah. Meskipun belum ada satu jenis energi altefnatif yang mampu menggantikan secara keseluruhan peran minyak bumi bagi kehidupan manusia dan masih banyak pula tantangan untuk mewujudkan hal tersebut, disinilah peran mahasiswa dan ide kreatifnya dibutuhkan untuk tidak menghentikan usaha mencari sumber energi alternatif karena mau tidak mau hal itu harus dilakukan. Tidak ada jalan lain karena jika tidak terus dilakukan, maka hal itu akan menjadi ancaman bagi kehidupan manusia di masa yang akan datang.

Profil Penulis
Tian Amalda Sabrina
Author: Tian Amalda Sabrina
Mengenai Penulis