“BIOMASSA, BIOENERGI, BERHEMAT, BERMANFAAT”

Tedi Andrianto, Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sriwijaya

 

        Sebuah teori dasar yang harus diketahui oleh setiap mahasiswa ialah, segala hal yang terlihat,yang dirasakan, serta yang didengar merupakan rangkaian feomena fisik yang disebabkan oleh adanya perpindahan energi. Definisi tentang energi dapat menjadi sangat luas. Di mata para insinyur seperti kita, energi bisa bertautan dengan istilah minyak bumi, listrik, panas bumi, gas alam, dan sebagainya. Di mata masyarakat, energi bisa berarti bensin, diesel (solar), pertamax, minyak tanah, baterai, dan bahkan makanan. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), energi berarti kemampuan untuk melakukan kerja atau daya (kekuatan) yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan . Tapi secara umum, energi itu ialah sesuatu yang menghasilkan kerja. Jika boleh berandai-andai, jika hal yang dinamakan energi hilang seketika dimuka bumi, baik itu energi panas,listrik, bunyi dan lainnya. Apa yang terjadi? Segala sesuatu yang seharusnya berfungsi sesuai dengan tempatnya masing-masing akan berhenti berfungsi, lampu yang berdinar tak lagi menghasilkan cahaya, peralatan pabrik yang akan berhenti beroperasi karena kehilangan suplai energi listrik. Berdasarkan fenomena permasalahan di atas, penulis mencoba memaparkan mengenai penggunaan biomassa dan bioenergi.

       Penulis memakai sumber di bawah ini sebagai sumber acuan dalam memaparkan cara berhemat untuk alam dengan memanfaatkan biomassa. Sebelum melanjutkan pemaparan penulis, kita perlu mengetahui apa itu biomassaBiomassa adalah suatu energi yang didapatkan dari sumber alami yang dapat diperbaharui dan dibuat untuk bahan bakar. Jadi selama masih ada tumbuhan ataupun mikro dan makroorganisme, maka energi biomassa akan tetap bisa diproduksi. Berbeda halnya dengan bahan bakar fosil yang akan habis suatu saat nanti, selain itu juga bahan bakar fosil menjadi penyebab gas rumah kaca, karena karbon dioksida yang dilepaskan di atmosfir keberadaannya akan menghalangi panas yang akan meninggalkan bumi sehingga temperatur bumi pun akan meningkat terus menerus selama kita masih menggunakan bahan bakar fosil.  Sedangkan energi biomassa termasuk sumber energi terbarukan yang berbasis pada siklus karbon yang nantinya konsentrasi CO2 dalam atmosfer akan seimbang karena berbagai tanaman yang digunakan untuk penggunaan biomassa mengurangi kadar karbondioksida di atmosfer dengan kata lain karbondioksida yang dihasilkan akan diserap kembali oleh tanaman jadi biomassa lebih bersifat carbon neutral.

        Pengertian tentang energi, sumber energi, sumber energi alternatif, dan energi terbarukan menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 pasal 1 sebagai berikut :

  1. Energi adalah daya yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan meliputi listrik, mekanik dan panas.
  2. Sumber energi adalah sebagian sumber daya alam antara lain berupa minyak dan gas bumi, batubara, air, panas bumi, gambut, biomassadan sebagainya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat dimanfaatkan sebagai energi.
  3. Sumber energi alternatif tertentu adalah jenis sumber energi tertentu pengganti Bahan Bakar Minyak.
  4. Energi Terbarukan adalah sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik, antara lain panas bumi, bahan bakar nabati (biofuel), aliran air sungai, panas surya, angin, biomassabiogas, ombak laut, dan suhu kedalaman laut.

 

       Bahan – bahan energi biomassa bisa berasal dari limbah pertanian dan kehutanan, residu, komponen organik dari limbah kota dan industri, gas metana dari tempat pembuangan sampah, bahkan kotoran dari hewan dan manusia. Biomassa bisa digunakan secara langsung maupun tidak langsung sebagai bahan bakar. Contoh bahan bakar biomassa yang digunakan secara langsung adalah briket arang, briket sekam padi, briket ranting dan daun kering. Biomassa juga dapat diolah menjadi berbagai jenis biofuel padatan, cairan atau gas bakar yang merupakan bahan bakar terbarukan. Biofueldipandang sebagai bahan bakar alternatif yang penting karena dapat mengurangi emisi gas dan meningkatkan ketahanan energi. Dalam penggunaan Minyak Nabati (BBN) sebagai bahan biofuel secara langsung harus memodifikasi terlebih dahulu mesin diesel yang dipakai, misalnya dengan penambahan pemanas BBN untuk menurunkan viskositas. Pemanas tersebut dipasang sebelum sistem pompa dan injector bahan bakar.

    Dengan melihat Indonesia sebagai negara agraris, maka sangat potensial untuk memanfaatkan biomassa karena berdasarkan data dariesdm.go.id potensi bioenergi dari limbah biomassa diperkirakan mencapai 49.810 MW dan pemanfaatannya hingga saat ini baru mencapai sekitar 1.618 MW atau sekitar 3,25 % dari potensi yang ada. Minimnya pemanfaatan potensi bioenergi yang tersedia, menjadi focus perhatian dari Kementerian ESDM dan menjadi salah satu agenda utama pengembangan energi baru dan energi terbarukan di Indonesia. Dengan pemanfaatan teknologi bioenergi, Indonesia tidak hanya dapat meningkatkan ketahanan energinya, namun juga mempunyai kesempatan yang besar di dalam memberikan kontribusi terhadap penyediaan energi bersih kepada masyarakat dunia melalui penyediaanbiodiesel, kemudian penggunaan biodiesel juga mengurangi ketergantungan pada minyak bumi serta meningkatkan keamanan energi. Sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia seharusnya mempunyai potensi untuk menjadi salah satu penghasil biodiesel terbesar. Industri lain yang berpotensi adalah industri gula untuk pengolahan bioethanol dan potensi biogas dari limbah hewan ternak yang diperkirakan mencapai 1 juta unit alat penghasilbiogas dari limbah hewan ternak. Jika potensi tersebut dimaksimalkan, maka Indonesia akan mampu menghemat sekitar 700 ribu ton elpiji atau setara dengan 900 juta liter minyak tanah.

    Dengan melihat penjelasan penulis, kita dapat mengetahui bahwabiomassa adalah sumber energi terbarukan yang mana jadi tujuan untuk menghemat dan mengehentikan ketergantungan kepada energi fosil sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 pasal 1.Biomassa yang kemudian menghasilkan bioenergi seperti biofuel, biodiesel, bioethanol dan biogas yang menjadi salah satu potensi terbesar untuk menjadi sumber energi alternative dan bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Tidak hanya itu, penggunaan biomassa mampu mengurangi berbagai permasalahan manajemen polusi dan pembuangan, menghemat dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, serta mengurangi emisi gas rumah kaca. Tidak diragukan lagi kalau mengoptimalkan penggunaan biomassa adalah solusi yang tepat dengan potensi yang dimiliki Indonesia dan keadaan saat ini. Maka dari itu, dengan tujuan penulis yaitu menjelaskan cara berhemat untuk alam dengan mengoptimalkan biomassa, penulis berharap agar semua pihak harus mulai dilatih untuk dapat menciptakan biomassa sendiri. Dari pelatihan ini akan mengurangi bahkan menghilangkan budaya masyarakat Indonesia membuang sampah dan limbah dimana saja serta dapat memproduksi energi sendiri sebagai bentuk hemat untuk alam.

 

Profil Penulis
Tedi Andrianto
Author: Tedi Andrianto
Mengenai Penulis