Seperti yang kita tahu, penggunaan minyak bumi dan gas alam saat ini cukup meningkat, baik diolah menjadi bahan bakar untuk kendaraan maupun perindustrian. Akan tetapi penggunaan minyak bumi yang berlebihan juga tidak baik. Tanpa kita sadari, ternyata banyak dampak buruk dari produk minyak bumi yang kita gunakan sehari-hari ini, baik itu dampak bagi kesehatan maupun lingkungan. Dampak buruk yang pertama yaitu, pemanasan global. Penggunaan minyak bumi untuk bahan bakar baik bagi kendaraan maupun perindustrian yang mengeluarkan karbon dioksida, dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Selain berdampak bagi pencemaran udara, karbon dioksida yang dihasilkan tersebut juga dapat berpengaruh pada berkurangnya lapisan ozon. Pemanasan global yang terjadi di dunia ini semakin hari semakin meningkat, seiring dengan banyaknya orang yang mengendarai kendaraan setiap harinya. Pemanasan global ini sendiri sebenarnya dapat diminimalisir dengan adanya penghijauan, atau slogan yang sering kita dengar dengan kata “Go-green”. Kita bisa mulai melakukan pencegahan pemanasan global yang dimulai dari diri kita sendiri, yaitu menanam pohon di halaman rumah, dan juga kita dapat bersama-sama melakukan penghijauan di beberapa tempat, seperti di perkotaan maupun di sekitar pabrik atau daerah perindustrian. Dampak kedua yang timbul yaitu pencemaran air. Proses pembentukan minyak bumi sering terjadi di daerah sekitar pantai. Sedangkan untuk distribusinya sendiri biasanya digunakan kapal untuk menampung minyak bumi tersebut. Akan tetapi ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kapal tersebut mengalami kebocoran dan ada juga yang sampai meledak. Hal ini menyebabkan minyak yang ditampung kapal tadi jatuh ke dalam laut dan menyebabkan pencemaran air laut, dan pastinya ini akan menganggu ekosistem dari air laut. Dan tidak hanya menggangu eksosistem air laut, tapi juga menyebabkan banyak makhluk hidup disekitarnya mati. Dampak ketiga yaitu kesehatan. Asap yang berasal dari mesin kendaraan ini mengandung zat-zat yang berbahaya. Yang mana zat-zat ini jika terhirup oleh manusia akan menimbulkan gangguan kesehatan. Bukan hanya organ tubuh bagian dalam yang terganggu tetapi juga bagian luar tubuh seperti kulit juga akan menerima dampaknya. Kulit kita bisa jadi iritasi karena terus menerus terkena zat-zat berbahaya tadi.  Dampak keempat yaitu perubahan iklim yang ekstrim. Udara yang telah tercemar oleh gas-gas yang mengadung zat-zat berbahaya tadi berkumpul dalam lapisan atmosfer yang lama kelamaan akan mengendap disana. Hal ini tentunya akan membuat lapisan ozon menjadi tidak stabil dan terjadilah perubahan iklim yang ekstrim. Dampak yang terakhir yaitu hujan asam. Pada proses pengolahan minyak bumi tentunya akan melepaskan gas-gas yang memiliki asam yang kuat dan dapat menyebabkan terjadinya hujan asam . Hujan asam ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga akan menyebabkan besi menjadi mudah berkarat, bangunan menjadi cepat rusak, dan apabila terkena kulit akan menimbulkan iritasi. Setelah begitu banyak dampak buruk yang dihasilkan dari bahan bakar, maka upaya-upaya yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir dampak dari bahan bakar tersebut antara lain, pemanasan global tadi dapat kita minimalisir dengan melakukan penghijauan. Untuk pencemaran air, kita perlu memperhatikan lagi keselamatan ketika mendistribusikan minyak melalui kapal-kapal laut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kemudian, ketika kita berpergian sebaiknya kita menggunakan pakaian yang menutup tubuh seperti jaket, celana panjang dan masker untuk melindungi diri agar tidak terjadi iritasi kulit dan gangguan kesehatan. Selain dari upaya-upaya yang telah disebutkan diatas, kita juga dapat mengganti bahan utama dari bahan bakar kita tadi seperti produksi bietanol dan biodiesel. Bioetanol ini berasal dari tumbuh-tumbuhan sehingga ramah lingkungan. Biodiesel juga energi alternatif yang berasal dari tumbuhan. Di indonesia sendiri banyak sekali tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan baku dari pembuatan biodiesel. Keunggulan dari biodiesel selain ramah lingkungan, juga membuat solar yang dicampur dengan biodiesel gas emisinya nanti akan lebih aman karena penambahan biodiesel akan meningkatkan angka setan.

 

Profil Penulis
Fahira Nuzulul Hulwa
Author: Fahira Nuzulul Hulwa
Mengenai Penulis