Puncak kejayaan produksi serta cadangan minyak bumi dan Gas di Indonesia

Minyak bumi atau petroleum - bahan bakar fosil merupakan bahan baku untuk bahan bakar minyak, bensin dan banyak produk-produk kimia - merupakan sumber energi yang penting karena minyak memiliki persentase yang signifikan dalam memenuhi konsumsi energi dunia.Minyak bumi merupakan energi utama yang dibutuhkan oleh penduduk suatu negara untuk melakukan sebuah aktivitas.terutama di indonesia dimana peningkatan jumlah penduduk indonesia berbanding terbalik dengan cadangan minyak bumi  yang semakin lama semakin menipis dan lama kelamaan akan habis. Minyak merupakan salah satu energi yang berbasis hidrokarbon. Jenis energi yang juga  berbasis hidrokarbon seperti gas dan batu bara. Sumber -  sumber energi inilah yang banyak dipakai atau digunakan masyarakat di indonesia, khususnya bahan bakar minyak. Sudah banyak industri migas yang didirikan di indonesia seperti Pertamina,Chevron,Medco dan lain-lain.

Masyarakat di Indonesia sangat bergantung terhadap penggunaan dari pengolahan minyak bumi. Pengolahan dari minyak bumi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar minyak,seperti bensin, gasoline atau solar, avtur, minyak tanah dan lain-lain. Bahan bakar minyak tersebut dapat digunakan untuk menjalankan alat transportasi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut data dari SKK MIGAS, perkembangan produksi minyak bumi dan gas semakin lama semakin menurun. Indonesia sendiri pernah mengalami dua kali puncak produksi, yaitu pada tahun 1977 dimana pada saat itu hasil produksi mencapai 1,65 jt barel per hari. Produksi sebesar itu di hasil dari kegiatan produksi yang dilakukan secara primary recovery. Dan puncak kejayaaan produksi yang kedua itu terjadi pada tahun 1995 saat produksi minyak kembali naik pada kisaran 1,6 jt barel per hari. Puncak produksi ini bisa dicapai dari hasil kegiataan OER yang dilakukan oleh chevron pada waktu itu. Dengan cara menginjeksikan air pada salah satu lapangan produksi, hasil kegiatan tersebut menyebabkan hasil produksi sangat meningkat dimana pada waktu itu dari produksi 12 ribu barel per hari menjadi 32 ribu barel per hari. Serta menginjeksikan uap pada lapangan duri yang mampu meningkatkan produksi dari 30 ribu barel per hari menjadi 296 ribu barel per hari. Setelah dari puncak kejayaan produksi tersebut, produksi minyak di indonesia terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

 

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut indonesia mengimpor minyak dari negara luar, tetapi untuk produksi gas, indonesia masih mampu untuk mengekspor gas ke negara luar. Diperkirakan pada tahun 2015 ke atas negara - negara di dunia akan lebih banyak mengkonsumsi minyak tanpa diikuti dengan penambahan cadangan minyak didunia, terutama menggunakan BBM. Produksi BBM sendiri di indonesia terbilang masih kurang, indonesia masih banyak mengimpor BBM dari negara tetangga.

Menurut data dari SKK MIGAS bahwa sumber cadangan minyak bumi dan gas di Indonesia sendiri diwakili oleh pertamina, dimana pertamina memiliki tujuh kilang minyak yang tersebar di beberapa wilayah indonesia. Tetapi satu kilang di pangakalan bradean, Sumatera Utara sudah di hentikan operasinya.

Menurut data dari website PT. Pertamina EP, perusahaan berhasil menemukan cadangan gas dan kondensat di area Pertamina EP Asset 4 di kecamatan Toili Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah melalui pengeboran sumur eksplorasi morea – 001 (MOR-001) dengan kedalaman akhir 2.300 meter. Penemuan baru ini didapatkan setelah penemuan cadangan dari pengeboran eksplorasi sebelumnya tahun lalu, di struktur wolai dengan contingent resources sekitar 250 milyar kaki kubik gas (BGFG) plus beberapa juta barel minyak (MMBO).

Maka dari itu, kita sebagai generasi bangsa harus bijak dalam menggunakan minyak bumi dan gas sebagai bahan bakar dalam beraktifitas sehari-hari. Sehingga, ketersediaan dari minyak bumi dan gas tersebut masih memiliki cadangan yang cukup besar. Kita juga harus mencari solusi dengan menggali tentang energi terbarukan untuk menggantikan penggunaan minyak bumi dan gas alam yang lama- kelamaan akan habis dan mencari teknologi yang lebih baik untuk mengolah cadangan minyak bumi dan gas sehingga penggunaannya akan lebih efisien dari sebelumnya.

 

 

 

Profil Penulis
Mesyana
Author: Mesyana
Mengenai Penulis