Dalam kehidupan sehari-hari tentu saja manusia memiliki kebutuhan yang harus di penuhi dalam hidupnya, baik itu kebutuhan yang bersifat wajib maupun tidak. Kebutuhan wajib manusia atau yang sering disebut dengan kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang sangat penting dan harus dipenuhi oleh setiap manusia guna menjalankan dan mempertahankan hidupnya dengan layak dan wajar. Di Indonesia, kebutuhan primer atau kebutuhan pokok merupakan hak semua warga negara tanpa terkecuali dan pemerintah berhak bertanggung jawab terhadap kebutuhan ini. Beberapa bentuk dari kebutuhan primer manusia adalah sandang (pakaian), pangan (makanan), papan (rumah), persediaan air minum bersih, rasa aman, dan hal-hal pokok lain yang menunjang keberlangsungan hidup manusia atau masyarakat dengan baik dan layak.

Selain kebutuhan primer, tentu saja ada beberapa kebutuhan lain yang menunjang terpenuhinya kebutuhan primer tersebut. Kebutuhan tersebut disebut dengan kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang melengkapi dari kebutuhan primer. Kebutuhan Sekunder merupakan jenis kebutuhan yang diperlukan setelah semua kebutuhan pokok primer telah semuanya terpenuhi dengan baik. Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yang selalu ada di samping kebutuhan primer. Dengan kata lain, kebutuhan sekunder sifatnya tidak mendesak dan menunjang kebutuhan primer, pemenuhannya dapat ditangguhkan dan jika tidak terpenuhi tidak akan mengancam kelangsungan hidup manusia. Namun, meskipun begitu, kebutuhan ini sebisa mungkin tetap diusahakan untuk dipenuhi karena bila tidak terpenuhi kegiatan manusia akan terganggu.

Salah satu contoh kebutuhan sekunder manusia yaitu kendaraan. Ada banyak jenis kendaraan yang bisa digunakan dalam kehidupan manusia. Ada yang menggunakan bahan bakar sebagai sumbernya maupun tidak. Beberapa kendaraan yang menggunakan bahan bakar adalah motor, mobil, bentor, pesawat terbang, kereta api, dan kendaraan kendaraan lainnya. Beberapa bahan bakar yang digunakan pada kendaraan kendaraan tersebut antara lain bensin, solar, avtur, dan lain-lain. Bahan bakar tersebut didapat dan diolah dari minyak bumi hasil penambangan di alam semesta ini.

Minyak bumi adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas kerak bumi. Indonesia sangat populer sebagai negara yang memiliki banyak daerah penghasil minyak bumi yang sangat berlimpah. Indonesia memiliki 7 propinsi sebagai penghasil minyak bumi terbesar sehingga menduduki sebagai negara produsen migas tertinggi se-Asia Tenggara. 7 daerah penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia antara lain Provinsi Riau, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Sektor Laut Jawa, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Papua Barat.

Minyak bumi akan diolah menjadi minyak jadi berupa bahan bakar mengalami beberapa proses yang cukup panjang. Akan tetapi, di Indonesia saat ini produksi minyak mentah semakin menurun yang tidak sebanding dengan jumlah konsumsi minyak mentah itu sendiri yang semakin tahun semakin mengalami peningkatan. Salah satu hal yang menyebabkan penurunakan produksi minyak di Indonesia adalah kurangnya eksplorasi serta investasi lain di sektor minyak ini dan manajemen yang kurang baik dari pemerintah.

Selain itu, dalam beberapa dekade ke belakang, kebijakan subsidi bahan bakar dari pemerintah yang sebagian besar di subsidi oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi sebuah permasalahan. Meskipun hal ini tujuan utamanya untuk mendukung masyarakat miskin di Indonesia, tetapi kelas menengah hingga tinggi merasa sangat diuntungkan dalam hal ini. Apalagi, dengan adanya kebijakan ini, permintaan atau konsumsi terhadap bahan bakar mengalami peningkatan yang sangat tajam. Hal ini menyebabkan tekanan besar terhadap defisit APBN. Alokasi ekstra untuk memenuhi permintaan bahan bakar bersubsidi yang semakin meningkat setiap tahun, dengan harga yang rendah, menyebabkan distorsi pasar.

Saat ini, bahan bakar minyak tidak lagi disubsidi karena banyaknya kritik dari masyarakat. Jenis bahan bakar yang masih disubsidi adalah premium dan solar, itupun tidak di semua SPBU yang ada di Indonesia, hanya di beberapa SPBU tertentu. Dengan dibuatnya kebijakan penghapusan subsidi BBM ini diharapkan dapat menurunkan tekanan terhadap defisit APBN dan dapat mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Adapun pada tahun 2018, harga BBM non-subsidi untuk wilayah sumatera telah ditetapkan sebesar berikut.

 

Profil Penulis
Aisyah Nurul Fatma
Author: Aisyah Nurul Fatma
Mengenai Penulis