PEMBUATAN BIODIESEL DARI KEMIRI SUNAN

 

           Indonesia merupakan negara yang kaya, baik dari segi budaya, bahasa, suku yang beragam, dan tidak luput juga dari sumber daya alam yang berlimpah. Kekayaan alam yang dimiliki negeri ini salah satunya yaitu hasil pertambangan terutama minyak bumi. Tidak dapat dipungkiri bahwa minyak yang dihasilkan dari sisa-sisa fosil yang tertimbun selama bertahun-tahun ini memberikan manfaat yang sangat besar untuk kehidupan kita sehari-hari.  Minyak bumi berperan penting sebagai sumber energi untuk menggerakkan berbagai jenis mesin, bahan baku pembuatan senyawa kimia, dan bahkan minyak bumi dapat menggerakan perekonomian suatu negara. Mengikuti perkembangan zaman, teknologi-teknologi yang semakin canggih dan kebutuhan orang-orang yang kian melonjak membuat minyak bumi harus terus didapatkan dan diproduksi dalam skala besar.

            Akan tetapi, keuntungan besar yang didapatkan tentunya memiliki resiko yang besar pula. Eksploitasi minyak bumi secara berlebih menyebabkan banyak kerusakan di permukaan bumi. Hasil pembakaran minyak bumi menjadi salah satu penyebab terbesar adanya peningkatan gas Karbon Dioksida di Atmosfir yang mengakibatkan pemanasan global. Gas Hidrogen Sulfida(H2S) yang terkandung dalam minyak bumi juga dapat menyebabkan kematian pada orang yang menghirup gas tersebut secara berkala. Mengingat sifat minyak bumi termasuk dalam kategori sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, industri-industri pertambangan harus memproduksi minyak bumi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pasar yang kian menanjak.

            Persediaan bahan bakar minyak di Indonesia sendiri diperkirakan sekitar 22 tahun lagi sumber bahan bakar minyak (BBM) akan habis, kecuali ada sumur baru. Oleh karena itu, sudah saatnya paradigma kebijakan energi harus diubah dari dominasi BBM ke bahan bakar nabari (BBN). Bahan bakar alternatif yang bias digunakan yaitu biodiesel.

            Di beberapa daerah di Indonesia sudah mengalami kesulitan dalam bahan bakar minyak, yaitu Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sorong, dan Merauke. Masalah ini yang menjadi alasan utama untuk kita mencari sumber energi alternatif.

Biodiesel secara umum adalah bahan bakar mesin diesel yang terbuat dari bahan terbarukan atau secara khusus merupakan bahan bakar mesin diesel yang terdiri atas ester alkil dari asam-asam lemak. Biodiesel dapat dibuat dari minyak nabati, minyak hewani atau dari minyak goreng bekas/daur ulang. Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar mesin diesel yang ramah lingkungan dan dapat diperbarui (renewable). Biodiesel tersusun dari berbagai macam ester asam lemak yang dapat diproduksi dari minyak tumbuhan maupun lemak hewan. Minyak tumbuhan yang sering digunakan antara lain minyak sawit (palm oil), minyak kelapa, minyak jarak pagar dan minyak biji kapok randu, sedangkan lemak hewani seperti lemak babi, lemak ayam, lemak sapi, dan juga lemak yang berasal dari ikan (Wibisono, 2007; Sathivel, 2005).

            Buah kemiri sunan (BKS) terdiri atas sabut atau husk, kulit biji atau cangkang dan inti biji atau kernel, biji atau kernel inilah yang mengandung minyak kasar yang cukup tinggi (>50 %). Inti dari buah kemiri sunan mampu menghasilkan minyak sebesar 56% (Vassen dan Umali, 2001 dalam Anomin, 2009). Untuk mendapatkan minyak kasar kemiri sunan (MKKS), kernel biji harus diperah terlebih dahulu, setelah itu baru diekstraksi. Hasil ekstraksi ini berupa minyak cairan bening berwarna kuning dan bungkil ekstraksi. Beberapa permasalahan dalam memproduksi MKKS ini diantaranya adalah : (1) Mutu atau kualitas biji sangat menentukan rendemen minyak yang diperoleh, sehingga diperlukan penanganan pasca panen yang sesuai, (2) Belum tersedia alat pengupas cangkang, sehingga pengupasan masih dilakukan secara manual dengan potensi yang sangat rendah dan membahayakan bagi pekerja karena biji beracun sehingga diperlukan penanganan biji secara khusus, (3) Belum tersedianya alat pengepres yang memadai, penggunaan alat pengepres jarak pagar belum mampu memerah minyak secara maksimal. Hasil penelitian pendahuluan terhadap warna kernel kemiri sunan yang dipres dengan alat press mini Balittri-2 diperoleh bahwa rendemen MKKS yang dihasilkan berbeda, yaitu : (1) biji dengan warna kernel coklat kehitaman menghasilkan minyak kasar dengan redemen 24,72 % dengan warna minyak coklat kehitaman, (2) kernel berwarna coklat diperoleh sebanyak 37,22 % dengan warna minyak coklat, (3) kernel berwarna coklat keputihan menghasilkan minyak kasar 46,73 % dengan warna minyak coklat kekuningan, (4) kernel berwarna putih menghasilkan minyak kasar sebanyak 52,17 % dengan warna minyak kuning jernih, dan (5) biji tanpa dikupas (dipres dengan cangkangnya) diperoleh rendemen minyak sebanyak 29,81 % dengan warna minyak kasar coklat kekuningan. Dengan hasil yang demikian, biji yang menghasilkan kernel berwarna putihlah yang harus diperoleh untuk menghasilkan rendemen MKKS paling tinggi.

            Pembuatan Biodisel Minyak kasar kemiri sunan dari hasil pengepresan, sebelum diproses menjadi biodiesel disaring terlebih dahulu sehingga diperoleh MKKS yang berwarna kuning jernih. Minyak kemiri sunan yang sudah jernih selanjutnya dianalisis di laboratorium untuk mengetahui nilai asam lemak bebasnya ALB. Untuk minyak dengan nilai ALB >3,0 di proses dengan pengolahan metoda I (transesterifikasi dua tahap), sedang yang nilai ALB-nya < 3,0 dengan pengolahan metoda II (transesterifikasi satu tahap).

            Dengan banyaknya tanaman yang bisa dijadikan bahan bakar nabati seperti tanaman kemiri sunan, hal ini dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sehingga jumlah konsumsi terhadap bahan bakar minyak akan menurun. Dan tanah pertiwi yang kita pijak tidak lagi disakiti secara terus menerus, dan diharapkan perkembangan biodiesel ini akan terus meningkat sehingga bukan lagi sebagai energi alternatif tetapi energi utama.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/?p=9693

file:///C:/Users/acer/Downloads/PROSES_PEMBUATAN_BIODISEL_DARI_MINYAK_KA.pdf

https://gapki.id/news/3250/perkembangan-biodiesel-di-indonesia-dan-terbesar-di-asia

http://www.pengertianku.net/2015/07/pengertian-biogas-dan-biodiesel-dilengkapi-manfaatnya.html

Profil Penulis
Cindy Tamara
Author: Cindy Tamara
Mengenai Penulis