Pendahuluan :

 

         Pada saat ini bahan bakar minyak (BBM) yang ada di pasaran disintesa dari produk petro kimia yang menggunakan bahan baku berasal dari minyak bumi.  Ketersediaan minyak bumi sangat terbatas dan merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga harganya akan semakin meningkat. Indonesia yang saat ini dikenal sebagai salah satu negara pengekspor minyak bumi diperkirakan juga akan mengimpor bahan bakar minyak pada 20 tahun mendatang, karena produksi dalam negeri tidak dapat lagi memenuhi permintaan pasar yang meningkat cepat akibat pertumbuhan penduduk dan industri.  Di Indonesia, Penelitian tentang alternatif pengganti bahan bakar fosil sudah lama dilakukan yaitu dengan mencari bahan baku atau sumber daya alam yang dapat diperbaharui Energi terbarukan yang dapat digunakan adalah etanol dan biodiesel yang bahan bakunya sangat melimpah di Indonesia. Biodiesel sendiri merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel. Biodiesel terbuat dari minyak nabati turunan tumbuh-tumbuhan seperti ketela pohon, tetes tebu, kelapa sawit ataupun biji jarak. Tanaman-tanaman tersebut pada kenyataannya selain sebagai penghasil biodiesel juga dapat dimanfaatkan untuk menyerap gas-gas CO2 dari udara untuk mengurangi pemanasan global. Ketersediaan tanaman-tanaman tersebut banyak terdapat di negara kita ini, bahkan melimpah ruah karena masih ada masyarakat yang belum mengetahui secara penuh akan manfaat yang bisa diambil, terkhusus tanaman jarak. Tanaman jarak ini masih tergolong asing di telinga masyarakat dalam hal pemanfaatan. Namun apabila kita kaji lebih dalam lagi, kandungan tanaman jarak dapat menghasilkan berbagai manfaat bahkan dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar.

 

 

Isi :

      Tanaman jarak  (Jatropha curcas L.) dikenal sebagai jarak pagar, dan merupakan tanaman semak yang tumbuh dengan cepat hingga mencapai ketinggian 3-5 meter.  Tanaman ini tahan kekeringan dan dapat tumbuh di tempat-tempat dengan curah hujan 200 mm hingga 1500mm per tahun. Daerah penyebaran tanaman terletak antara 40oLS sampai 50oLU dengan ketinggian optimal 0-800 meter di atas permukaan laut .Tanaman jarak memerlukan iklim yang kering dan panas terutama pada saat berbuah. Minyak jarak dapat diperoleh dari biji jarak yang sudah tua dan diproses dengan cara pengepresan. Buah yang masih berkulit ini kemudian dijemur selama 3 hari hingga kering dan kulitnya menjadi pecah dengan sendirinya. Untuk memisahkan bagian biji dengan kulit buah dilakukan dengan menggunakan alat pemisah biji. Bijiyang sudah dipisahkan dari cangkangnya kemudian diberi pemanasan pendahuluan, yaitu berupa pemanasan dengan uap pada suhu 170o C selama 30 menit, pemanasan dengan oven padasuhu 105oC selama 30 menit serta pemanasan dengan penggongsengan biji sehingga biji cukup panas untuk dilakukan pengepresan.Pemanasan merupakan salah satu tahap dalam proses pengolahan minyak, yang bertujuan untuk menyatukan dan mengumpulkan butir-butir minyak sehingga memungkinkan minyak dapat mengalir keluar dari daging biji dengan mudah serta dapat mengurangi afinitas minyak pada permukaan biji sehingga pekerjaan pemerasan menjadi lebih efisien. Selain itu, pemanasan juga dimaksudkan untuk menonaktifkan enzim-enzim, sterilisasi pendahuluan, menguapkan air hingga kadar air tertentu, meningkatkan keenceran minyak, menggumpalkan beberapa protein sehingga memudahkan pemisahan lebih lanjut dan mengendapkan beberapa pospatida yang tidak dikehendaki. Pengepresan biji jarak dapat dilakukan dengan menggunakan alat pengepres hidraulik.  Tujuan pengepresan adalah untuk mengeluarkan minyak yang ada di dalam daging biji. Dari hasil pengempaan ini dihasilkan minyak jarak sekitar 28-40% dan  bungkil yang masih mengandung minyak dengan kadar 10-20. Minyak yang dihasilkan tersebutlah yang nantinya dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar. Pemanfaatan sebagai alternatif bahan bakar ini tentunya dapat dilakukan secara kontinu mengingat bahwa ketersediaan tanaman cukup banyak terdapat di alam sekitar.

 


                                                                                                 (Ilustrasi Pengolahan Biji Jarak)

 

 

Penutup

       Dari hasil uraian di atas, dapat dilihat bahwa pada dasarnya terdapat banyak kekayaan alam yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar. Hanya saja kurangnya pengetahuan membuat banyak orang tidak mengetahui akan hal tersebut. Pengolahan yang dilakukan, terutama pada tanaman jarak, tidak terlalu rumit bahkan dapat dilakukan oleh masyarakat umum. Kesadaran masyarakat yang hanya menyerahkankan pada pemerintah dan perusahan-perusahaan minyak bumi perihal ketersediaan bahan bakar tanpa memikirkan alternatif penggantinya tentu harus segera dihilangkan. Diharapkan masyarakat sudah mampu memproduksi sendiri tanpa harus membeli dari pemerintah lagi. Produksi bahan bakar alternatif sendiri ini selain dapat menggantikan bahan bakar, juga dapat menghemat biaya karena tidak perlu membeli bahan bakar dari pemerintah serta dapat mengurangi banyaknya ketersediaan tanaman-tanaman tersebut di alam karena kurangnya pemanfaatan yang dilakukan.

Profil Penulis
Nadya Kantana Sinuka
Author: Nadya Kantana Sinuka
Mengenai Penulis