Dalam kehidupan sehari-hari manusia telah menggunakan bahan bakar diantaranya ialah : batu bara, LPG, minyak tanah, bensin, solar dll. Minyak bumi biasa dijuluki sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna cokelat gelap yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa kerak bumi. Minyak bumi dan gas terbentuk dari proses pelapukan mikroorganisme yang terbukur di bawah tanah sejak berjuta-juta tahun yang lalu. Minyak bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini bisa didapatkan setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen, serta karakter. Setelah itu, minyak bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin, minyak tanah, sampai aspal dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan juga obat-obatan. Tetapi, tidak semua di dalam bumi memiliki migas (minyak dan gas), akan tetapi memiliki aturan dan tatanan geologi tertentu sehingga dapat terjadi migas. Pada posisi di kedalamannya yang berada dekat dipermukaan bumi bahkan ada sebagian yang rembesannya terlihat secara langsung di permukaan sampai beribu dan beratus kilometer di dalam bumi. Berkat pengetahuan dan pengembangan teknologi, benda yang tak terlihat dengan mata kepala sendiri tersebut dapat diketahui keberadaanya. Tuisan ini dimuat di website https://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_bumi Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya. Pada kondisi temperatur dan tekanan standar, hidrokarbon yang ringan seperti metanaetanapropana, dan butana berbentuk gas yang mendidih pada -161.6 °C, -88.6 °C, -42 °C, dan -0.5 °C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1 °F), sedangkan karbon yang lebih tinggi, mulai dari pentana ke atas berbentuk padatan atau cairan. 

Tulisan ini dimuat di website http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-eksploitasi-sumber-daya-alam/ Eksplorasi adalah penyelidikan lapangan untuk mengumpulkan data atau informasi selengkap mungkin tentang keberadaan sumberdaya alam di suatu tempat. Kegiatan eksplorasi sangat penting di lakukan sebelum pengusaha bahan tambang dilaksanakan mengingat bahan galian yang penyebarannya tidak merata dan sifatnya sementara yang suatu saat akan habis tergali. Sedangkan eksploitasi adalah usaha penambangan dengan maksud untuk menghasilkan bahan galian dan memanfaatkannya. Kegiatan ini dapat dibedakan berdasarkan sifat bahan galiannya yaitu, galian padat dan bahan galian cair serta gas.Pada saat ini banyak pihak-pihak yang melakukan eksplorasi dan juga eksploitasi tanpa melihat aspek-aspek yang ada, sehingga memberikan dampak yang ada terhadap lingkungan di sekitar, yang dimana bisa menyebabkan tanah longsor, banjir, pemanasan global warming, serta kabut asap. Sudah banyak di negara Indonesia melakukan eksploitasi tersebut sehingga merusak lingkungan. Dalam pada itu, perusakan terhadap lingkungan laut juga terjadi akibat pola seperti eksplorasi minyak dan gas bumi, penambangan pasir laut, Dampak Terhadap Lingkungan Pesisir dan Perairan Laut. Polutan dari minyak ini secara spesifik menunjukan pengaruh negatif yang penting terhadap lingkungan agar dalam pelaksanaan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi di lapangan eksplorasi nantinya pasti akan membawa banyak dampak baik dampak positif.  Suhu muka bumi semakin panas. Secara alami, permukaan bumi diselimuti oleh selubung tipis dampak terhadap lingkungan, yang diukur dari berapa banyak. Sedangkan, dampak pada eksploitas, Eksploitasi hutan di daerah hulu yang dapat menghilangkan fungsi hutan di daerah hulu sebagai penutup lahan terhadap tumpahan air hujan dan penghambat kecepatan aliran permukaan juga dapat menyebabkan banjir. Pembangunan dan penataan sarana-sarana fisik yang tidak teratur dan pengguanaan lahan yang tidak seimbang di kota-kota besar seperti Jakarta merupakan salah saru sebab ibu kota negara ini tidak pernah absen dari bencana banjir. Banyak sekali eksploitasi sumber daya alam yang membawa dampak terhadap kehidupan. Segala kegiatan pembangunan yang berlangsung diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga harus mampu menjaga kelestarian sumber daya alam. Sehingga alam tidak akan kehilangan fungsinya sebagai pengendali keseimbangan kehidupan. Sebaiknya untuk bagian pada pengeksploitasi harus berhati-hati dan memperhatikan dampak yang akan terjadi saat sedang melakukan aktivitas tersebut, agar lingkungan di negara Indonesia tidak merugikan masyarakat di sekitar.

Profil Penulis
Siti Shafa Soninda
Author: Siti Shafa Soninda
Mengenai Penulis