Minyak bumi adalah istilah yang dipakai secara luas di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum mengenal istilah minyak bumi biasanya orang menggunakan kata minyak tanah untuk menyebutkan minyak bumi. Namun istilah yang lazim dipakai sekarang adalah miyak bumi sementara kata ‘minyak tanah’ lazim digunakan untuk menyebut bahan bakar kompor minyak atau bahasa Inggrisnya kerosene. Secara bahasa, minyak bumi berarti ‘minyak yang ada di dalamperut bumi’. Kata minyak bumi berasal dari kata Yunani, yaitu πέτρα (petra) yang berarti ‘batu’ dan ἔλαιον (elaison) yang berarti minyak. Minyak bumi adalah cairan kental, berwarna hitam atau kehijauan, mudah terbakar, yang berasal dari endapan fosil hidup yang mati dan mengendap di dalam tanah ataupun di bawah laut yang mengalami perubahan karena efek dari tekanan dan suhu yang tinggi. Minyak bumi adalah campuran dari berbagai senyawa hidrokarbon yang memiliki kegunaan yang beragam, tetapi tidak bisa langsung dipakai tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Minyak bumi yang baru didapatkan dari hasil pengeboran yang belum diolah disebut minyak mentah atau crude oil. Pengolahan dapat dilakukan dengan cara memisahkan campuran hidrokarbon berdasarkan titik didihnya. Hasil pengolahan minyak bumi mentah menghasilkan fraksi–fraksi minyak bumi berupa bensin, solar, avtur, minyak tanah, aspal, plastik, oli, dan LPG. Salah satu fraksi dari destilasi minyak bumi menghasilkan minyak pelumas atau oli pada suhu kurang lebih tiga ratus derajat celcius. Oli ataupun minyak pelumas digunak untuk melumasi mesin kendaraan bermotor untuk mecegah karat dan mengurangi gesekan.

Minyak pelumas adalah cairan yang memiliki kekentalan yang digunakan untuk melumasi mesin-mesin kendaraaan bermotor dan mesin-mesin di industri. Yang pada umumnya minyak pelumas diberikan diantara dua benda yang bergerak untuk mengurangi gesekan dan karatan diantara dua benda bergerak tersebut. Dalam hal ini minyak pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melapisi dua permukaan mesin yang berhubungan. Pada umumnya minyak pelumas terdiri dari sembilan puluh persen minyak dasar dan sepuluh persen zat tambahan. Didalam dunia industri yang mencakup Teknik Kimia, mesin yang menggunakan minyak pelumas untuk melindungi mesin dari gaya gesek yang berlebih adalah Rotary klin, Screen dan lain-lain.

Minyak pelumas apabila digunakan dalam waktu yang cukup lama akan mengalami perubahan komposi ataupun struktur kimia didalam nya. Hal tersebut dikarenakan pengaruh dari tekanan dan juga suhu selama minyak pelumas digunakan dan juga akan banyak kotoran yang masuk ke dalam minyak pelumas selama minyak digunakan.

Pertanyaaannya sekarang apakah minyak pelumas bekas akan langsung dibuang ke lingkungan? Tentu saja minyak pelumas bekas tidak bisa langsung di buang ke lingkungan karena termasuk salah satu bahan berbahaya dan beracun. Limbah bahan berbahaya dan beracun yang terus meningkat di lingkungan sangat dikhawatirkan dapat menganggu kesehatan dari lingkungan hidup dan masyarakat semakin meningkat dikhawatirkan menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. Salah satu limbah bahan berbahaya dan beracun yang sangat dikhawatirkan dampaknya terhadap lingkungan adalah minyak pelumas bekas. Dimana minyak pelumas bekas dilingkungan akan menjadi toxic bagi masyarakat. Karena hal demikian, dibutuhkan suatu metode untuk mengolah minyak pelumas bekas yang dapat mereduksi atau mengurai zat pencemar dan logam berat yang disebabkan oleh minyak pelumas bekas. Salah satu metode untuk mengolah minyak pelumas bekas adalah Acid Clay Treatment.

Acid Clay Treatment adalah salah satu metode pengolahan dalam pada minyak pelumas bekas dengan menggunakan penambahan asam kuat dan lempung di dalam proses pengolahannya. Pengolahan yang dilakukan bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik dalam penurunan logam berat timbal (Pb) yang terkandung pada minyak pelumas bekas.Asam kuat kuat yang digunakan dalam hal ini adalah asam sulfat atau H2SO4 karena asam ini dapat berekasi dengan Nitrogen, Oksigen, ataupun senyawa-senyawa berbasis sulfur lainnya. Dalam hal ini lempung digantikan oleh Bentonit. Untuk media adsorben digunakan Bentonit, tetapi bentonit perlu diaktivasi terlebih dahulu seblum digunakan untuk meningkatkan kemampuan penyerapan nya.

Tahapan-tahapan dari proses Acid Clay Treatment yaitu, pertama adalah Storing. Storing adalah tahapan dimana minyak pelumas bekas dikumpulkan di bak pengumpul dengan kapasitas tertentu. Tahapan yang kedua adalah De-Watering, yaitu proses penghilangan kandungan air dari minyak pelumas bekas yang berasal dari bak penampung menggunakan suhu yang tinggi. Kemudian, tahapan yang ketiga adalah Cooling. Cooling adalah proses dimaana minyak pelumas bekas yang telah dihilangkan kandungan airnya didinginkan kembali sampai dengan suhu kamar. Tahapan yang selanjutnya yaitu Mixing. Pada proses mixing minyak pelumas bekas direaksikan dengan asam sulfat (H2SO4) dengan rasio tertentu. Tahapan yang kelima yaitu Dekanting, dimana minyak pelumas bekas dari proses mixing dipompa ke bak penampung. Selanjutnya masuk ke tahap Adsorbing, dimana minyak pelumas bekas akan dipompa menuju ke bak penjernih. Dimana minyak pelumas akan di aduk dengan Bentonit sebagai adsrobent. Didalam proses filtrasi bentonit akan mengalami proses penyaringan. Maksud dari proses ini adalah untuk mendapatkan minyak pelumas yang berwarna bening, karena disebabkan bentonit yang tertahan bersama kotoran yang telah terikat yang ada dalam minyak pelumas bekas dan minyak pelumas yang telah jernih akan masuk ke tahapan selanjutnya, yaitu bak penampungan akhir

Minyak pelumas bekas yang langsung dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu adalah toxic yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan juga masyarakat. Yang mana salah satu dampaknya bagi kesehatan yaitu dapat menimbulkan penyakit atau bahkan keracunan. Hal itu lah dikhawatirkan dapat merusak lingkungan hidup dan menjadi dasar dari pengolahan minyak pelumas bekas. Pengolahan minyak pelumas bekas yang sering dan mudah diaplikasikan adalah Acid Clay Treatment. Penggunaan asam kuat dalam hal ini adalah asam sulfat atau H2SO4 yang dapat dengan mudah ditemukan dan bisa didapat dengan harga yang terjangkau dan sebagai media adsorben nya adalah Bentonit. Dimana bentonit adalah mineral kelompok besar tanah lempung dan berasal dari abu vulkanik. Yang mana mengingat Indonesia adalah negara dengan kepemilikan gunung berapi yang besar, sehingga bentonit dapat dengan mudah ditemukan.



Profil Penulis
ulfah rosa briliana
Author: ulfah rosa briliana
Mengenai Penulis