Indonesia terkenal akan sumber daya alamnya yang kaya, salah satu contohnya yaitu minyak bumi dan gas alam. Sejak kita masih berada di tingkat pendidikan sekolah dasar, kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak bumi terbesar di dunia. Ini berarti kita mengetahui bahwa Indonesia memiliki banyak sekali cadangan minyak bumi. Minyak bumi telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat dunia karena minyak bumi berperan penting dalam banyak hal di kehidupan sehari – hari manusia. Salah satu contohnya adalah sebagai bahan bakar alat transportasi. Indonesia merupakan negara padat penduduk dengan jumlah penduduk 266.71 juta. Dengan jumlah penduduk yang sangat banyak tersebut, banyak juga alat transportasi yang digunakan apalagi alat transportasi pribadi.

Dari jumlah penduduk yang sekian banyak apakah ada yang sadar bahwa minyak bumi di Indonesia maupun didunia akan segera habis? Kita semua mengetahui bahwa minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan akan habis jika digunakan terus – menerus. Pada tahun 2018, dalam wawancara pihak kompas dengan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, menuturkan bahwa saat ini Indonesia memiliki cadangan minyak bumi sebanyak 3.3 miliar. Ia juga mengatakan jika tidak ditemukannya cadangan baru, cadangan minyak bumi Indonesia akan habis dalam 11-12 tahun dan pada tahun depan kemungkinan cadangan minyak bumi Indonesia akan turun dari 800.000 barel per hari (bph) menjadi 700.000 bph. Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan SKK Migas, Supriono juga menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi negara kaya minyak dan gas (migas). Bahkan sebaliknya, Indonesia mengalami krisis migas walaupun tingkat ekspor minyak bumi Indonesia masih tinggi dikarenakan Indonesia hanya bisa mengelola setengah dari hasil produksi per hari.

 

Jumlah kendaraan berbahan bakar minyak bumi di Indonesia yang sangat banyak menyebabkan banyaknya bahan bakar yang digunakan. Sepertinya rakyat Indonesia masih belum sadar akan kelangkaan minyak bumi. Banyak yang masih lebih suka untuk menggunakan kendaraan pribadi. Dapat dilihat bahwa sekarang semakin banyak kendaraan yang melaju di jalan raya yang menyebabkan padatnya lalu lintas pada jam – jam tertentu. Menurut saya perilaku atau kebiasaan masyarakat Indonesia yang seperti ini harus diubah karena semakin banyak kendaraan yang digunakan maka semakin banyak pula karbon dioksida yang dihasilkan yang menjadi salah satu penyebab perubahan iklim karena menimbulkan efek rumah kaca.

Sebenarnya sudah ada cara pemerintah untuk membuat masyarakat Indonesia lebih tertarik untuk menggunakan transportasi umum. Memang tidak mudah, harus ada kesadaran dari masyarakat pentingnya menggunakan transportasi umum. Cara ini dapat mengurangi konsumsi bahan bakar per hari dan juga menghemat persediaan minyak bumi yang ada sampai ditemukannya cadangan yang baru. Sumber cadangan terbaru untuk menggantikan minyak bumi sebagai sumber bahan bakar utama merupakan cara yang paling efektif dalam menganggulagi habisnya minyak bumi. Jika sumber energi yang baru sudah di temukan maka kita tidak harus bergantung kepada minyak bumi lagi.

Pada tahun 2018 lalu, Indonesia dihebohkan dengan penemuan seorang kakek berumur 59 tahun yang hanya lulusan SD bisa mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar. Plastik dapat  diubah menjadi 3 jenis bahan bakar yaitu premium solar dan minyak tanah. Penemuan ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik yang tidak dapat terurai yang telah menjadi masalah didunia termasuk di Indonesia yang menjadi negara penghasil sampah plastik terbanyak kedua didunia. Sudah ada penelitiannya juga mengenai plastik dapat di ubah menjadi bahan bakar dan penelitian ini telah di publikasikan di ACS Sustainable Chemistry and Engineering.

Salah satu sumber energi alternatif lainnya yang dapat menggantikan posisi minyak bumi yaitu biofuel. Biofuel memiliki fungsi yang mirip dengan minyak bumi yaitu dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, pembangkit listrik, dan juga sebagai pemenuhan kebutuhan hidup sehari – hari seperti memasak. Biofuel bisa didapatkan dari tanaman dengan proses hydrocracking. Salah satu keunggulan biofuel ini, menurut Departemen Energi Amerika Serikat, biofuel seperti ethanol menghasilkan karbon dioksida lebih sedikit 48%. Biofuel sangat ramah lingkungan jika dibandingkan dengan bahan bakar konvensional, dengan pembakaran yang menghasilkan karbon dioksida yang lebih sedikit maka dapat menurunkan pemanasan global.


https://regional.kompas.com/read/2017/11/02/11192211/skk-migas-indonesia-tidak-lagi-negara-kaya-minyak-bumi-dan-gas. 

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/26/230000526/jika-tak-ada-cadangan-baru-minyak-bumi-indonesia-habis-dalam-12-tahun. 


https://tirto.id/studi-sampah-plastik-bisa-diubah-jadi-bahan-bakar-pengganti-bensin-df96. 

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3716059/luar-biasa-lulusan-sd-ini-mampu-daur-ulang-plastik-jadi-bbm 

 

https://www.bps.go.id/pencarian.html?searching=produksi+minyak+bumi&yt2=Cari

 

https://www.smart-tbk.com/biofuel-sumber-energi-alternatif/ 

 

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/01/04/jumlah-penduduk-indonesia-2019-mencapai-267-juta-jiwa 

 

Profil Penulis
Alvina Suryadinata
Author: Alvina Suryadinata
Mengenai Penulis