Saat ini bisa dipastikan bahwa seluruh negara membutuhkan minyak dan gas bumi (migas) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mulai dari bensin, solar dan LPG serta lain sebagainya.  Di Indonesia penggunaan migas terus meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan penggunaan energi  yang boros.      Selain itu, Indonesia masih sangat tergantung terhadap minyak bumi. Hal ini bisa dibuktikan dari peningkatan penggunaan BBM, baik di sektor industri dan sektor transportasi sangat sulit digantikan oleh energi lainnya.

Berbicara tentang minyak bumi belum sempurna kalau belum mengetahui apa itu minyak bumi dan produk-produk hasil pengolahannya. Minyak bumi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah minyak yang ditambang dari bumi (seperti minyak tanah, bensin, kerosin);campuran berbagai hidrokarbon yang terdapat dalam fase cair dalam reservoir di bawah tanah dan yang tetap cair pada tekanan atmosfer setelah melalui fasilitas pemisah di atas permukaan.

Struktur hidrokarbon yang ditemukan dalam minyak bumi adalah :

  • Alkana (paraffin)

Alkana memiliki rantai lurus dan bercabang, serta paling banyak di dalam minyak bumi.

  • Sikloalkana (napten)

Sikloalkana ada yang memiliki cincin lima yaitu siklopentana atau cincin enam sikloheksana.

 

 

 

                                       

                              

         (siklopentana)                                                         (sikloheksana)

  • Aromatik

Aromatik dalam minyak bumi hanya berjumlah kecil, tetapi sangat diperlukan dalam bensin.

Komposisi dari ketiga tipe hidrokarbon tersebut sangat bergantung pada sumber minyak bumi

Senyawa non-hidrokarbon ada dalam minyak bumi seperti, sulfur, nitrogen dan sebagainya. Adanya kandungan sulfur dan nitrogen akan menimbulkan polusi dan juga masalah karena sifat korosi dari produk oksidasinya juga dapat merusak katalis.

Produk-produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak bumi adalah :

  • Bensin

Bensin adalah campuran hidrokarbon berupa paraffin, naftalen, senyawa tidak jenuh dan terkadang senyawa aromatik.yang berasal dari minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermotor.

  • Gas petroleum

Gas petroleum terdiri dari metana, etana, propana dan butana serta kadar yang kecil CO2, nitrogen, dan helium.

  • Minyak tanah

Kerosen atau minyak tanah adalah cairan hidrokarbon yang tidak berwarna dan mudah terbakar, digunakan untuk lampu minyak dan kompor juga bahan bakar jet (avtur).

  • Minyak pelumas

Minyak pelumas adalah bagian dari minyak bumi yang mempunyai titik didih lebih tinggi dari pada minyak gas. Digunakan untuk mencegah kerak dan gesekan pada kendaraan bermotor.

  • Minyak paraffin wax

Paraffin wax adalah zat tidak berwarna berbentuk Kristal dan tidak berbau, digunakan untuk bahan dasar lilin, bahan isolasi listrik.

Prospek untuk pengembangan dan pemanfaatan migas baru melalui eksplorasi dan eksploitasi cekungan-cekungan migas masih memungkinkan karena telah tersedianya teknologi eksploitasi migas. Namun cadangan tersebut akan habis dalam waktu dekat.

Salah satu sumber energi alternatif yang cukup menarik perhatian adalah “Gas Hidrat”. Gas hidrat memiliki keunggulan:

  1. Volumenya sangat besar dibumi
  2. Letaknya yang relatif tidak terlalu dalam sehingga memudahkan untuk dieksplorasi
  3. Cukup mudah dimanfaatkan

Gas hidrat adalah suatu padatan menyerupai es yang terbentuk dari molekul air yang berikatan hidrogen membentuk sangkar (host molecule) dan molekul gas (biasanya metana) sebagai guest molecule yang terperangkap di dalam sangkar air tersebut.(Nandari,2016)

(sumber:autotekno.sindonews.com)

Gas hidrat diperkirakan dua kali lipat cadangan gas konvensional dan hampir dua kali lebih  besar daripada sumber energi yang berasal dari fosil seperti batubara, minyak dan gas alam. Gas hidrat secara alami terbentuk dalam ikatan Kristal  padat berbentuk es(Purwatiningsih,2012).

Survey seismic yang dilakukan Pertamina telah menunjukkan indikasi adanya gas hidrat di sejumlah perairan Indonesia, dengan potensi mencapai 3.000 TCF. Pertamina berencana melakukan penyelidikan lebih detail terhadap potensi gas hidrat ini, lewat pemboran eksplorasi (dikutip dari www.dunia-energi.com)

Disamping jumlahnya yang melimpah, juga memiliki nilai oktan yang lebih tinggi dan secara inheren lebih ramah lingkungan sebagai bahan bakar karena emisi CO2 yang lebih sedikit.

Teknik-teknik yang sudah dilakukan dalam upaya produksi gas hidrat adalah:

  1. Metode Pengurangan Tekanan, dengan membuat hubungan antara formasi gas hidrat dan permukaan udara. Hal ini dilakukan agar tekanan formasi akan turun senilai dengan tekanan yang ada di permukaan atmosfer.
  2. Metode Stimulasi Termal, dengan mekanisme injeksi air atau uap panas terhadap formasi gas hidrat. Metode ini bertujuan agar gas hidrat meleleh untuk mencapai keseimbangan termal dan gas hidrokarbon dapat diproduksi.
  3. Metode Injeksi Inhibitor, dengan menginjeksikan zat kimia seperti methanol atau glycol ke dalam formasi gas hidrat. Metode ini ternyata mampu merusak kesetimbangan struktur dari gas hidrat dan membuat terjadinya pelepasan molekul hidrokarbon yang terkandung di dalamnya.(dikutip dari kompas.com)

Metana hidrat stabil pada temperatur rendah dan tekanan tinggi. Hal ini menjadi kendala karena membutuhkan biaya yang mahal untuk pembuatan bejana yang tebal untuk menyimpan gas tersebut. Hal ini memerlukan penelitian yang lebih lanjut dari para peneliti di Indonesia agar semua potensi tersebut dapat diolah dan menjadikan Indonesia negara yang merdeka energi.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Purwatiningsih, Annisa.2012. Eksplorasi dan Eksploitasi Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi di Laut Natuna Bagian Utara Laut Yuridikasi Nasional  Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kepulauan Natuna. Jurnal Reformasi.Vol 2(2):59-67.

Nandari,Wibiana wulan,dkk.2016. Optimasi Rasio Air dan Karbon Berpori untuk Proses Pembentukan Metana Hidrat. Jurnal Energi. ISSN:1410-394x.Vol.13(1)

www.dunia-energi.com. Indonesia Miliki Potensi Gas HIdrat 3.000 Milyar Kaki Kubik(diakses pada tanggal 18 Maret 2019)

Kompas.com  "Mencermati Gas Hidrat Sebagai “Harta Karun” di Dasar Laut Indonesia", https://sains.kompas.com/read/2018/12/28/184033223/mencermati-gas-hidrat-sebagai-harta-karun-di-dasar-laut-indonesia?page=all. (diakses pada 18 Maret 2019)

 

 

Profil Penulis
HERTANTO KESATRIA SEMBIRING
Author: HERTANTO KESATRIA SEMBIRING
Mengenai Penulis